Pada penutupan perdagangan saham Jumat (21/11/2008) IHSG turun 8,694 poin (0,75%) menjadi 1.146,276. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 51.835 kali, dengan volume 2,369 miliar unit saham, senilai Rp 1,571 triliun.
Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melemahnya IHSG berlawanan dengan pergerakan saham bursa regional yang mayoritas ditutup menguat, seperti Topix (+2,61%), Hang Seng (+2,93%), dan Singapore Strait Times(+2,98%). Menguatnya bursa regional ditopang oleh sektor teknologi, property dan keuangan.
Meski sempat berada di level 1.103 pada sesi pertama, namun menguatnya bursa regional dan harga minyak ($49/barrel) mampu memberikan sentiment positif dan indeks langsung rebound tajam pada pembukaan sesi kedua (bahkan sempat menguat 4 poin).
Namun karena banyaknya investor yang masih ragu-ragu terhadap kondisi ekonomi yang masih fluktuatif, para investor memilih bermain short term dan langsung melakukan aksi profit taking. Menguatnya bursa regional juga memberikan sentiment positif terhadap futures Dow. Nilai Futures Dow sendiri ditutup di 7.782 (+295 poin).
Sektor-sektor yang ditutup menguat pada perdagangan hari ini berasal dari sektor agri, mining, consumer dan manufaktur. Saham Grup Bakrie kembali menekan pergerakan bursa Indonesia hari ini di balik saham repo yang masih belum jelas.
Sementara dari sektor perbankan, BCIC kembali disuspensi hari ini terkait aksi pengambilalihan sementara oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) hingga proses akuisisi BCIC oleh SMMA mencapai final.
(qom/qom)











































