Pada perdagangan Senin (24/11/2008) sesi I, IHSG ditutup melemah 13,233 (1,15%) ke level 1.133,043. Indeks LQ 45 juga turun 2,160 poin (1%) ke level 213,819.
Sementara saham-saham di bursa regional juga melemah, karena pelaku pasar masih diliputi oleh kebingungan tentang arah pasar. Investor masih kebingungan, dengan perhatian utama tertuju pada nasib Citigroup yang sahamnya terus merosot hingga di bawah US$ 4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih ada sedikit kebingungan dan ketakutan di pasar yang memberi kontribusi pada volatilitas," ujar Thomas Lam, ekonom senior dari UOB Group seperti dikutip dari AFP.
Perdagangan di seluruh pasar di lantai BEI mencatat 24.463 kali transaksi pada volume 1.298,3 juta lembar saham senilai Rp 836,8 miliar. Sebanyak 25 saham naik, 83 saham turun dan 37 saham stagnan.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang sempat naik turun akhirnya berakhir setelah terkena auto rejection. Saham BUMI hingga sesi I merosot Rp 70 (9,86%) menjadi Rp 640.
Saham Grup Bakrie lainnya yang mengalami auto rejection adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang merosot hingga Rp 9 (9,28%) menjadi Rp 88. Antrean jual BNBR masih mencapai 7.082.403 saham. Sementara Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) merosot hingga Rp 20 (9,76%) ke level 185.
Saham-saham lain yang mencetak penurunan harga di top losers antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp 20 menjadi Rp 1.000, Timah (TINS) turun Rp 20 menjadi Rp 1.050, PTBA turun Rp 150 menjadi Rp 5.250, United Tractor (UNTR) turun Rp 50 menjadi Rp 3.125.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain PGN (PGAS) naik Rp 10 menjadi Rp 1.770, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 5.550, BCA (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 2.600, Jasa Marga (JSMR) naik Rp 10 menjadi Rp 780.Sementara rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB, turun 295 poin ke posisi 12.295 per dolar AS.Β
(qom/ir)











































