Menakar Harga Saham Infrastruktur

Rekomendasi Saham

Menakar Harga Saham Infrastruktur

- detikFinance
Rabu, 26 Nov 2008 09:19 WIB
Menakar Harga Saham Infrastruktur
Jakarta - Sektor infrastruktur merupakan sektor yang memiliki bobot terbesar saat ini. Sinyal jual terlihat sejak 13 November dimana sebelumnya pada 12 November saham sektor ini meningalkan area jenuh beli.

Analis PT Optima Securities, Ikhsan Binarto dalam risetnya Rabu (26/11/2008) menulis, Sell signal sahaminfrastruktur terlihat  pada 13 November ditandai death cross pada  A/D line. Sementara itu, Fast Stochastic (14,3)  telah terjadi Bearish cross over  pada 12 November dimana baru saja meninggalkan area overbought dengan %K sebesar 23,4 dan %D sebesar 20.

Indikator EMA mengkonfirmasi tren bearish tersebut dengan membentuk death cross pada 14 November. Konfirmasi dari Bollinger band  memberikan tanda harga masih dibawah middle band namun ada kecenderungan untuk menembus ke atas sedangkan RSI sebesar 38,63 menuju ke area netral begitu juga dengan Williams %R keluar dari area  oversold.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut pergerakan harga saham-saham sektor manufaktur:

Telekomunikasi Indonesia (TLKM): Buy  On Weakness: Rp 4.950

Dari Fibonacci  posisi di bawah level 5.000 menjadi entry point yang sangat menarik  karena merupakan titik terendah selama  1 tahun terakhir.  Di posisi ini merupakan support yang kuat karena ketika terjadi rebound  bisa mencapai retracement berikutnya.

Posisi 5.850, 6.125 dan 6.390 merupakan level untuk melakukan profit taking karena masing-masing berada pada Fibbo 38,2%, 50%, dan 61,8%.

Indosat  (ISAT): Sell on Strength: TP Rp 4.800

Dari Fibonacci  posisi di sekitar level 3.950 merupakan level favorit untuk akumulasi sedangkan level 4.800, 5075 dan 5.350 merupakan level untuk merealisasikan profit  karena masing-masing berada pada Fibbo 38,2%, 50%, dan 61,8%.

Perusahaan Gas Negara (PGAS):
Sell On Strength: TP Rp 1.910

Dari Fibonacci  posisi 1.600 dan 1.750 bakal menjadi support atau entry point karena ada di Fibbo  38,2% dan Fibbo  50% sedangkan 1.110 merupakan level terendah dan bisa menjadi support kuat atau entry point. Level untuk melakukan profit taking bisa dilakukan pada posisi 1.910 yang bertepatan dengan Fibbo 61,8%.

Jasa Marga  (JSMR): Buy: TP  Rp 890

Dari Fibonacci  posisi di level 890, 910, 920 merupakan level untuk melakukan profit taking karena masing-masing berada pada Fibbo 161,8%; 150%; dan 138,2% sedangkan untuk entry point bisa diposisi 630.

Berlian Laju Tanker (BLTA):  Sell

Dari Fibonacci level 670 yang merupakan Fibbo 1.618% telah tembus sehingga tidak direkomendasikan untuk Buy kecuali diharga paling lowest yakni 50.
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads