"Kami telah menghentikan sejumlah power plant yang pakai minyak sejak 24 Oktober," ungkap Corporate Secretary INCO, Indra Ginting disela-sela acara investor summit and capital market expo 2008 di hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (26/11/2008).
Sebelum dihentikan, total kapasitas pembangkit listrik milik perseroan ada sekitar 360 MW, terdiri dari pembangkit Hydro 275 MW dan pembangkit minyak 85 MW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, perseroan menargetkan produksi nikel 77.000 metrik ton. Akibat dihentikannya sejumlah pembangkit tersebut, dipastikan akan mengkoreksi target produksi.
"Produksi selama November-Desember akan terpangkas 20%. Produksi full year paling banyak sebesar 70 ribu metrik ton," jelas Indra.
Mengacu pada jumlah tersebut, koreksi produksi nikel INCO minimal akan sebesar 9,09% dari target semula 77.000 metrik ton menjadi 70.000 metrik ton.
Mengenai koreksi target pendapatan, Indra belum dapat memberikan angkanya. "Harga nikel kan fluktuatif sekali, jadi sulit memprediksi pendapatan satu tahun ini," jelas Indra.
"Lagi pula dalam kondisi seperti ini, dimana harga nikel rendah. Lebih baik produksi tidak banyak tapi masih akan membukukan keuntungan ketimbang mengeluarkan biaya produksi untuk mencapai target semula, tapi malah merugi," ujar Indra.
(dro/ir)











































