"Kami berencana membangun lifestyle center di daerah Kuningan. Namanya Kuningan One," ujar Wakil Presiden Direktur JSPT, Purwo Hadi Prawiro usai paparan di Setiabudi Building, Jl Rasuna Said, Jakarta, Kamis (27/11/2008).
Proses pembangunan rencananya dimulai pada 2009 selama 6 bulan. Luas lahan proyek ini sekitar 3,8 hektar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendanaannya akan menggunakan kombinasi kas internal dan eksternal. Porsi kas internal sebesar 30%.
"Sisanya dari eksternal. Bisa dari perbankan atau opsi-opsi lainnya," ujar Purwo.
Penjualan Hotel Radin
Saat ini perseroan juga tengah mencari peminat dua hotel Radin milik perseroan yang tersisa di kawasan rekreasi Ancol dan Denpasar. Sebelumnya perseroan telah menjual satu hotel Radin di kawasan Kuningan.
"Peminat hotel Radin masih kami cari peminatnya. Sejauh ini sudah ada sekitar 5 pihak yang memberikan penawaran, tapi harganya masih belum cocok. Jadi belum terjual," jelas Purwo.
Purwo menjelaskan alasan dijualnya hotel tersebut lantaran tidak memberikan keuntungan strategis bagi perseroan.
"Kami menilai hotel Radin kurang memberikan keuntungan strategis bagi kami, jadi kami memutuskan menjualnya untuk memperoleh dana pengembangan proyek hotel F1," ujar Purwo.
Sayangnya, Purwo enggan menginformasikan harga jual yang dikehendaki perseroan. Ia hanya mengungkapkan tahun depan perseroan berencana membangun maksimal 3 hotel F1 di ibukota propinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.
"Nilai investasi satu hotel F1 sekitar Rp 30 miliar. Porsi kami di proyek tersebut sekitar 30%. Sisanya milik pemegang saham yang lain," jelas Purwo.
Menurut Purwo, dalam kondisi ketatnya likuiditas perbankan, dana hasil penjualan hotel Radin merupakan salah satu sumber pendanaan utama perseroan baik untuk pengembangan hotel F1 maupun Kuningan One.
"Dana penjualan Radin akan memberikan cashflow untuk pengembangan F1 dan Kuningan One. Apalagi dalam kondisi perekonomian seperti ini dengan ketatnya likuiditas," ujar Purwo.
Kendati demikian, Purwo mengatakan perseroan masih menunggu harga yang cocok dari para peminat hotel Radin.
"Belum tahu juga kapan akan terjual. Masih belum ada yang cocok," ujar Purwo.
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) sebagai pemilik kawasan Ancol tempat hotel Radin beroperasi pernah memberikan penawaran. Namun karena harganya tidak cocok, PJAA mundur dari negosiasi.
Β (dro/qom)