IHSG Penuh Kewaspadaan

IHSG Penuh Kewaspadaan

- detikFinance
Jumat, 28 Nov 2008 07:10 WIB
IHSG Penuh Kewaspadaan
Jakarta - Pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih akan menjadi sentral dari arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Investor menantikan akhir dari transaksi penjualan BUMI kepada Northstar Pacific, yang kemungkinan tidak akan sebesar kesepakatan semula.

Pergerakan liar saham BUMI pada perdagangan kemarin telah membuat IHSG bergerak sangat fluktuatif. IHSG bahkan sempat terseret melemah tipis, sebelum akhirnya ditutup naik tipis 8,923 poin (0,75%) ke level 1.202,074. Gerak BUMI sangat menentukan mengingat kapitalisasi pasarnya yang besar.

Saham BUMI yang sempat mencapai harga Rp 1.170 akhirnya kembali merosot dan terkena auto rejection bawah dan ditutup turun Rp 100 (9,80%) menjadi Rp 920. Saham BUMI tercatat paling aktif diperdagangkan dengan frekuensi hingga 19.442 kali pada volume 1,321 juta lembar saham senilai Rp 697,1 miliar. Total transaksi di BEI kemarin mencapai Rp 2,267 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak Northstar Pacific sudah memastikan transaksi pembelian BUMI akan dirampungkan pada Jumat (28/11/2008) ini. Namun CEO Northstar Pacific, Patrick Walujo mengatakan, kemungkinan saham yang akan diambil hanya 10-20%.

Selain sentimen saham BUMI, investor juga akan melihat arah bursa regional. Sementara bursa Wall Street tidak bertransaksi karena libur Thanksgiving.

Sejumlah bursa regional cukup variatif ditengah situasi yang sedang tidak baik. Serangan teroris di Mumbai, India, dan juga situasi politik di Thailand yang sedang tidak pasti.

Pada perdagangan akhir pekan ini, indeks S&P/ASX200 dibuka menguat tipis 34,6 poin ke level 3.622,6. Indeks Nikkei-225 dibuka naik tipis 0,32%, sementara KOSPI juga naik tipis 3,36 poin (0,3%) ke level 1.066,84. Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:


IHSG akhirnya berhasil ditutup pada area positif +0.75%, setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi 2 perdagangan kemarin. Minimnya sentimen positif, membuat kenaikan IHSG tertahan.

Kembali anjloknya saham BUMI menambah sentimen negatif terhadap pasar. Menurut jadwal, hari ini transaksi penjualan saham BUMI oleh BNBR kepada Northstar akan ditutup. Investor diperkirakan akan menunggu kelanjutan dari transaksi ini.

Nilai tukar rupiah sampai dengan kemarin sore bergerak menguat, meski masih berada di level 12.000-an. Secara teknikal, IHSG membentuk doji star, yang merefleksikan kenaikan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mulai tertahan. Kisaran support-resistance 1.155-1.225.

Optima Securities:

Indeks ditutup naik tipis 8 poin  ke level 1.202 akibat profit taking saham BUMI dimana sebelumnya menguat 23 poin . Sektor banking menopang indeks dari terkoreksinya sektor pertambangan. Investor cenderung mencari posisi aman menunggu keputusan penjualan BUMI ke Northstar pada hari ini. Indeks masih bakal menguat dikisaran .1180-1.230 dengan pilihan saham: AALI, BUMI, BMRI, BBRI dan INTP.
eTrading Securities  Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin masih bisa mempertahankan rally penguatannya meski diterpa badai profit taking yang cukup hebat.

Indeks berhasil kembali menguat selama 3 hari berturut-turut ke level 1.202 dengan ditopang oleh penguatan saham-saham dari sektor banking (BBRI, BMRI) dan ASII.

Indeks bergerak sangat volatile pada perdagangan kemarin dengan range yang cukup lebar, bahkan sempat berada di teritori negatif seiring aksi profit taking dari investor pada beberapa saham yang telah memasuki area jenuh beli.

Sentimen positif bagi bursa Indonesia kemarin juga disumbang dari penguatan nilai tukar Rupiah yang naik lebih dari 4% ke level 12.050 pada akhir sesi perdagangan.

Sementara bursa AS libur Thanksgiving membuat sentimen pasar bergerak mixed seiring tidak adanya patokan bagi bursa-bursa Asia.

Perhatian lebih tertuju pada pergerakan harga minyak yang melemah menjelang pertemuan OPEC yang diperkirakan akan kembali memotong kuota produksi minyaknya sekitar 1 juta barel/hari.

Harga minyak kelihatannya masih akan sulit untuk menguat seiring tingginya inventory yang mencapai 52 hari suplai, lebih tinggi dari rata-rata 5 tahun terakhir.

Bursa Tokyo pagi ini dibuka menguat tipis seiring turunnya angka pengangguran Jepang di bulan October. Bursa Asia sendiri pada perdagangan hari ini bergerak mixed dengan rentang pergerakan yang cukup terbatas. Nikkei +0,3%, STI -0,8%, KOSPI +1,5%, AORD +2%.

Overall, beberapa saham di bursa Indonesia telah memasuki area jenuh beli yang memberi potensi profit taking yang cukup besar. Karena itu, kami memperkirakan indeks akan tertekan pada perdagangan hari ini.

Sentimen negatif dari grup Bakrie diperkirakan masih akan menekan saham-sahamnya seiring hari ini adalah kepastian transaksi penjualan BUMI kepada Northstar. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1.185-1.215.
 

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads