"Kami masih bekerja keras mempersiapkan finalisasi transaksi," ujar Direktur BNBR, Dileep Srivastava saat dihubungi detikFinance, Jumat (28/11/2008).
Pada 31 Oktober 2008, BNBR dan konsorsium Northstar menandatangani kesepakatan pra jual beli atas 35% saham BUMI senilai US$ 1,3 miliar. Masa due diligence dijadwalkan selama 28 hari yang berarti akan berakhir hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seharusnya, BNBR memiliki 35% saham BUMI. Namun sebanyak 26,42% saham BUMI saat ini beredar di sejumlah kreditur baik lokal maupun asing lantaran sedang digadaikan oleh BNBR.
Oleh karena itu, Northstar meminta pada BNBR agar mengamankan saham-sahamnya yang beredar di tangan para kreditur agar dapat dieksekusi oleh Northstar dan TPG ketika due dilligence berakhir.
Sayangnya, Dileep belum mau memberikan jumlah saham berhasil dikumpulkan perseroan hingga hari ini.
"Terlalu prematur untuk menginformasikan bentuk final atau pun persentase saham BUMI sebelum transaksi closing," ujar Dileep.
Kendati demikian, CEO Northstar Patrick Walujo menyatakan dalam keterangan tertulisnya kepada detikFinance, bahwa kemungkinan besar Northstar hanya akan mengeksekusi 10-20% saham BUMI.
"Kami memahami bahwa porsi sahamnya saat ini sudah tidak mencapai 35%. Sebagian besar sudah dilepas ke pasar oleh kreditur-krediturnya. Mungkin saham yang akan kami ambil antara 10% hingga 20%," ujar Patrick.
Meski begitu, Patrick memastikan bahwa transaksi pembelian saham BUMI akan tetap dilakukan. Sebab, Northstar sudah berminat membeli BUMI sejak tahun 2006.
"Kami tidak mungkin memilih opsi walk away dalam transaksi ini. Dalam satu dua hari ini akan ada kesepakatan dengan Bakrie Group," ujar Patrick.
Dileep pun mengatakan bahwa proses due dilligence berjalan sesuai jadwal. Hal itu berarti penandatanganan final kesepakatan akan dilakukan antara hari ini atau besok, sebagaimana dikatakan Patrick.
"Proses due diligence sukses dilakukan sesuai jadwal," ujar Dileep.
Sayangnya, Dileep belum dapat memastikan kapan finalisasi transaksi dapat dilakukan antar kedua belah pihak.
"Kami tidak mau berspekulasi. Jika saatnya tiba akan kami umumkan," ujar Dileep.
Namun menurut kabar yang diterima detikFinance dari pejabat yang mengetahui seluk beluk transaksi tersebut, penandatanganan final transaksi akan dilakukan paling cepat jelang tengah malam hari ini atau Sabtu (29/11/2008) dini hari.
(dro/qom)











































