Dana Konglomerat di Luar Negeri Bisa Ditarik Pakai Surat Utang

Dana Konglomerat di Luar Negeri Bisa Ditarik Pakai Surat Utang

- detikFinance
Jumat, 28 Nov 2008 14:32 WIB
Dana Konglomerat di Luar Negeri Bisa Ditarik Pakai Surat Utang
Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus melakukan tindakan drastis yang bisa membuat pasokan dolar di dalam negeri meningkat.

Salah satu cara yang efektif adalah dengan menarik uang orang kaya Indonesia yang terparkir di luar negeri. Salah satu instrumen yang digunakan untuk menarik dana orang kaya itu adalah dengan menerbitkan surat utang di luar negeri khusus untuk orang Indonesia.

Hal itu disampaikan Senior Economist Standard Chartered Bank Fauzi Ikhsan di sela-sela seminar di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (28/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi wacananya BI atau pemerintah Indonesia menerbitkan surat utang di luar negeri khusus untuk orang Indonesia, BI atau pemerintah membentuk suatu SPV (Special Purpose Vehicle) sebagai penerbit surat utang ini," ujarnya.

Dana milik orang kaya Indonesia yang diparkir di luar negeri diperkirakan mencapai US$ 100-300 miliar.

Penerbitan surat utang serupa pernah dilakukan pemerintah India. Penerbitan surat utang bisa menarik minat bagi orang kaya asalkan berminat tingkat bunganya tinggi, dan marketingnya harus bagus.

"Salah satu cara marketing-nya pemerintah bilang bahwa pemerintah ingin menarik dana orang Indonesia dari luar negeri ke dalam negeri, tapi dana tersebut tidak ditransfer langsung ke dalam negeri tapi melalui SPV, surat utang ini dijamin 100 persen," ujar Fauzi.

Fauzimenuturkan ada cara lain untuk menarik dana dolar ke dalam negeri yakni meminjam ke Dana Moneter Internasional (IMF) yang sarat risiko politis atau bisa juga dilakukan dengan swap agreement dengan bank swasta di AS, China dan Jepang.

Fauzi memperkirakan selama 6 sampai 9 bulan diperkirakan nilai tukar rupiah akan berada di atas Rp 11.000 per dolar AS karena pasokan dolar yang sangat tipis.

"Namun kondisi ini bisa berubah jika sistem perbankan AS sudah berfungsi kembali. sehingga perbankan AS bisa memompa dolar kembali ke perbankan internasional dan dari perbankan internasional ke perbankan Indonesia sehingga nilai tukar rupiah kembali menguat," ujarnya. (ddn/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads