IHSG Berharap Inflasi Rendah

IHSG Berharap Inflasi Rendah

- detikFinance
Senin, 01 Des 2008 07:33 WIB
IHSG Berharap Inflasi Rendah
Jakarta - Pasar saham berharap pengumuman inflasi November oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Senin siang ini memberikan kabar yang bagus. Inflasi diharapkan tetap rendah sehingga pelaku pasar bisa melakukan aksi beli selektif.

Inflasi November diperkirakan mencapai plus minus 0,5%. Sedangkan pada bulan Oktober 2008 terjadi inflasi sebesar 0,45 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2008 sebesar 10,96 persen, sedangkan laju inflasi year on year (Oktober 2008 terhadap Oktober 2007) sebesar 11,77 persen.

Dengan inflasi yang jinak, perdagangan saham di awal pekan ini Senin (1/12/2008) diprediksi bisa bertahan di jalur positif. Namun pelaku pasar diingatkan tetap waspada terhadap aksi profit taking karena akhir pekan lalu IHSG telah naik tajam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara bursa Asia Senin pagi ini relatif stabil, bursa saham Korea hanya turun 2,07 poin di posisi 1.074,00 dan Nikkei Jepang naik 0,56% atau 47,91 poin menjadi 8.464,36.

Bursa Asia mengikuti stabilnya Wall Street di akhir pekan lalu yang pada perdagangan Jumat (28/11/2008), indeks Dow Jones ditutup menguat 102,43 (1,17%) ke level 8.829,04. Ini berarti Dow Jones menguat selama 5 hari perdagangan berturut-turut.

Indeks S&P 500 juga menguat 8,56 poin (0,96%) ke level 896,24. Sementara Nasdaq menguat 3,47 poin (0,23%) ke level 1.535,57.

Pada perdagangan Jumat pekan lalu (28/11/2008), IHSG ditutup menguat signifikan hingga 39,467 poin (3,28%) ke level 1.241,541.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

IHSG sepanjang pekan lalu ditutup menguat +8.31% pada 1.241,54. Aksi beli terhadap saham unggulan terutama didorong oleh sentimen positif dari perkembangan penanganan krisis di Amerika. Dimana pemerintah AS kembali akan menyuntikkan dana sebesar US$800M untuk mengatasi krisis ini. Indeks Dow Jones, ditengah pekan perdagangan
yang pendek akibat libur Thanksgiving, bergerak menguat +8.45% menjadi 8.762,61. Perdagangan pekan lalu juga diwarnai oleh reboundnya saham BUMI, menyusul antisipasi penutupan transaksi jual beli saham BUMI milik BNBR kepada Northstar. Beberapa saham yang bergerak menjadi pendorong indeks sepanjang pekan lalu antara lain adalah BBRI,
BUMI, TLKM, ASII, dan ISAT.

Sementara pekan ini kami perkirakan IHSG masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pada awal pekan. Terlihat level 1.100 menjadi level support baru bagi pergerakan indeks. Meski berpeluang untuk menguat, perlu diperhatikan kemungkinan profit taking terhadap saham yang telah menguat cukup besar pada pekan lalu. Beberapa data makro ekonomi penting dari AS yang keluar sepanjang pekan ini juga akan menjadi perhatian investor global. Secara teknikal, hampir semua oscillator indikator menunjukkan arah menguat.Jika berhasil menembus level retracement 176.4% di 1.271, kami perkirakan IHSG dapat terus menguat menuju resistance psikologis di 1.358.
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads