Peringkat Mobile-8 dinyatakan default karena perusahaan dinilai tidak memiliki likuiditas yang cukup untuk pembayaran utang obligasinya senilai US$ 100 juta yang jatuh tempo pada 2013, dan harus segera dibeli kembali (buy back) menyusul terjadinya perubahan pemegang saham.
Penurunan peringkat menjadi default ini juga sebagai dampak perlambatan pertumbuhan dan ketatnya kredit yang banyak dialami perusahaan di Asia dan negara lain selama krisis ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini terkait dengan langkah pemegang saham utamanya PT Global Mediacom Tbk yang menjual 32% sahamnya ke Jerash Investment, investor yang berasal dari Timur Tengah. Dengan penjualan tersebut Global Mediacom tidak lagi menjadi pengendali utama yang ujungnya juga terkait dengan percepatan pembayaran obligasi US$ 100 juta. Utang obligasi ini merupakan 57% dari total utang Mobile-8.
"Meski perusahaan telah diberi waktu sampai pertengahan Desember untuk pembelian obligasi tersebut, nampaknya hal itu sulit dilakukan karena perseroan tidak memiliki likuiditas yang cukup dan butuh waktu yang fleksibel untuk melakukan pembayaran," kata analis S&P Manuel Guerena dalam siaran persnya.
Pada perdagangan Rabu (3/12/2008), saham FREN stagnan Rp 50. (ir/qom)










































