“Kami telah mengakuisisi 28 lisensi merek dagang milik 7 produsen,” ujar Direktur Utama DVLA, Manuel P Engwa dalam paparan di hotel Mulia, Jl Asia Afrika, Jakarta, Rabu (3/12/2008).
Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan pada 25 November 2008 dengan 7 produsen obat asing terdiri dari Biomedis Ltd, Medichem Pharmaceuticals Ltd, Pediatrica Ltd, Therapharma Ltd, Unam Brands Ltd, United American Pharmaceuticals Ltd dan Westmont Pharmacueticals.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manuel menjelaskan, akuisisi 28 lisensi tersebut tidak memiliki nilai kontrak. Bentuk kerjasamanya menggunakan mekanisme royalty fee dengan para produsen pemiliknya.
“Dengan kerjasama ini, kami memproyeksikan penjualan akan meningkat kurang lebih 50% di 2009,” jelas Manuel.
Hingga 30 September 2008, DVLA membukukan penjualan bersih Rp 486,037 miliar denganbperolehan laba bersih Rp 64,276 miliar. Namun perseroan belum dapat memberikan proyeksi penjualan tahun penuh 2008.
“Dengan kondisi seperti ini, cukup sulit memberikan forecast full year 2008. Konservatifnya kami menargetkan pangsa pasar 3% tahun ini,” jelas Direktur Keuangan DVLA, Oscar E Carag.
Namun perseroan memberikan sinyal bahwa pasar obat tahun ini diperkirakan bakal mencapai Rp 28,267 triliun. Mengacu pada pangsa pasar DVLA sebesar 3% tahun ini, maka penjualan perseroan tahun ini akan sebesar Rp 848,01 miliar, naik 66,44% dibanding penjualan 2007 sebesar Rp 509,498 miliar. (dro/ir)











































