Hal ini dikatakan oleh Gubernur Bank Indonesia Boediono dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/12/2008).
"Hal ini pada gilirannya telah mendorong peningkatan yang tajam pada suku bunga PUAB, terutama untuk jangka waktu di atas 1 minggu," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak beberapa bulan terakhir ini, timbul keragu-raguan antara para pelaku pasar uang rupiah mengenai kondisi bank counterparty-nya, sehingga makin meningkatkan sekat-sekat antar bank di PUAB," katanya.
Selain itu, mengenai kondisi perbankan terkini Boediono mengatakan saat ini bank makin selektif dalam memberikan kredit kepada nasabahnya. "Pertumbuhan kredit perbankan mulai melambat, meskipun dihitung secara tahunan sampai November 2008 masih di atas 30%," jelasnya.
Boediono juga menurutkan potensi penurunan kepercayaan masyarakat terhadap kondisi perbankan tidak dapat dianggap ringan.
"Dalam situasi seperti ini, gangguan yang pada dasarnya relatif kecil pada sistem perbankan akan dapat berubah menjadi besar dan apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan gangguan sistemik," tukasnya.
(dnl/qom)











































