"Ada 6 investor yang sedang melakukan penawaran blok Kangean," ujar Presiden Direktur ENRG, Christian V Pontoh usai paparan publik di Wisma Bakrie 2, Jl Rasuna Said, Jakarta, Rabu (10/12/2008).
Pontoh mengungkapkan, dari 6 investor tersebut, 5 diantaranya merupakan investor asing ditambah 1 investor lokal. Sayangnya ia enggan membeberkan siapa investor-investor tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pontoh menjelaskan, bahwa kesepakatan jual beli masih belum dapat dipastikan. Sebab, jika tidak ada kecocokan harga perseroan menyatakan tidak akan menjual aset tersebut.
"Semuanya tergantung harga. Kalau tidak cocok ya tidak jadi dijual. Belum terlalu urgent juga kok," jelas Pontoh.
Ia menjelaskan bahwa dana hasil penjualan blok Kangean rencananya digunakan untuk melunasi utang-utang perseroan.
"Dana itu tadinya untuk mempercepat pelunasan utang-utang perseroan," jelas Pontoh.
Pada September lalu, ENRG memperoleh pinjaman dari Credit Suisse sebesar US$ 450 juta yang digunakan untuk membiayai kembali (refinancing) utang sebelumnya sebesar US$ 275 juta. Sisanya untuk kebutuhan perseroan lainnya.
"Pinjaman tersebut tenornya 5 tahun, tadinya akan kita percepat pelunasannya agar tidak memberatkan kinerja perseroan ke depan. Tapi kalau harga tidak cocok, kita tidak jual," jelas Pontoh.
Blok Kangean PSC merupakan ladang minyak dan gas yang 50% sahamnya dimiliki ENRG melalui anak usahanya. Sisanya 50% dimiliki oleh Mitsubishi Corporation dan Japan Petroleum Exploration Co Ltd (Japex). (dro/ir)











































