Adaro yang merupakan produsen batubara terbesar kedua di Indonesia ini tidak menyebutkan nama ketiga pelanggan tersebut. Namun Adaro sudah menangguhkan pengiriman sejak gagal mencapai kesepakatan harga baru pada 3 Desember 2008.
"Adaro sudah mencapai kesepakatan dengan sebagian besar pelanggannya, namun tidak dengan tiga pelanggan ini," kata Presdir Adaro Garibaldi Thohir dalam pernyatannya seperti dilansir dari Reuters, Jumat (12/12/2008).
"Kami akan terus melakukan negosiasi dan berharap dapat mencapai hasil yang memuaskan," ujar Garibaldi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adaro memperkirakan produksi tahun 2008 sebesar 38-39 juta ton dan tahun 2009 naik menjadi 42-45 juta ton
(ir/qom)











































