Pada penutupan perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Jumat (12/12/2008) rupiah melemah hingga 325 poin ke posisi 11.300 per dolar AS. Rupiah kembali mengalami tekanan karena aksi jual yang tinggi di pasar ikut mempengaruhinya.
Sementara Gubernur BI Boediono di Gedung BI, Jakarta, Jumat (12/12/2008) mengatakan BI akan terus menambah 'amunisi' untuk memperkuat nilai tukar rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boediono menegaskan, BI memang tidak bisa mendikte pasar agar mengarahkan rupiah pada satu posisi. "Mata uang itukan naik turun sesuai dengan demand, kita tentunya akan cermati ini. Intinya, kita tetap mengusahkan posisi yangt baik, cukup stabil pada tingkat yang sesuai yang diperlukan oleh ekonomi makro," ujarnya.
Sementara mata uang Asia kebanyakan melemah terhadap dolar AS seperti won Korea melemah 1,07%, peso Filipina melemah 0,57%, dolar Singapura melemah 0,03%, dolar Taiwan melemah 0,13%. Sedangkan yen Jepang menguat 1,28%. Β
(ir/qom)











































