"Dampaknya memang terasa walaupun tidak terlalu besar, untuk demand sekarang sudah ada penurunan sekitar 2-3% dalam dua bulan terakhir. Selain itu juga ada penurunan penggunaan, yang tadinya pelanggan menelepon 10 kali menjadi 9 kali," ujar Presiden Director PT Exelcomindo Pratama Tbk, Hasnul Suhaimi kepada detikFinance di sela-sela launching layanan XL SUKSES di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (17/12/2008).
Selain terjadi penurunan demand, Hasnul mengakui pihaknya juga sempat mengalami masalah likuiditas. Namun akhirnya teratasi dengan mendapat komitmen sebesar US$ 400 juta dari Swadia.
"Untuk pendanaan awalnya kita pikir akan sulit namun alhamdulillah kemarin kami telah mendapatkan komitmen US$ 400 juta dari Swedia. Hingga saat ini kami telah mendapatkan loan dari 11 bank dalam dan luar negeri seperti BCA, Mandiri, ANZ, Standard Chartered, dan Mizuho. Sedangkan untuk 2009 kami sedang meninjau kembali mana yang bisa dilakukan," ujarnya.
Meskipun begitu, Hasnul menjelaskan sepanjang tahun 2008 ini pelanggan baru tetap tumbuh dari 15,5 juta pelanggan XL di 2007 menjadi lebih dari 25 juta pelanggan ditahun ini. "Sehingga target tahun ini untuk meraih 26 juta pelanggan hampir tercapai," jelasnya.
Dari segi pendapatan, untuk tahun ini XL menargetkan pertumbuhan sebesar 40-45% dari pendapatan sebesar Rp 8,4 triliun pada tahun 2007. "Di 2008 kami menargetkan Rp 12 triliun, hingga ini triwulan ketiga tahun ini kami telah memperoleh Rp 9,3 triliun," jelasnya.
Saat ditanya soal target pendapatan di tahun 2009, Hasnul menjelaskan dirinya masih belum dapat menyebutkan angka.
"Belum bisa kami bicarakan karena keadaan ekonomi masih tidak jelas. Namun yang pasti kami menargetkan akan mencapai 29-30 juta pelanggan," ungkapnya.
Untuk mencapai target dan mengantisipasi persaingan dengan provider lain, Hasnul menyatakan XL akan mempermurah tarifnya. "Selain itu kita kasih chatting dan GPRS gratis. Tarif SMS juga diturunkan dari Rp 350 per SMS menjadi Rp 150 per SMS dan setelah 8 SMS gratis 250 SMS ke semua operator. Selain itu kualitas pelayanan juga akan kami tingkatkan," paparnya.
Layanan XL SUKSES yang diluncurkan hari ini juga merupakan strategi bisnis yang dilakukan XL. "Tahap awal di Malaysia sebab TKI paling banyak di Malaysia dan TKI yang paling banyak masalah juga disana. Namun daerah berikutnya Hongkong dan Korea." tambahnya. (epi/lih)











































