Dalam perusahaan patungan itu, kedua pihak sepakat dengan porsi 70:30 yang akan menguasai 21,4% saham PT Bumi Resources Tbk.
Sebelumnya, pada 28 November lalu, BNBR menandatangani kesepakatan jual beli dengan Northstar. Northstar sepakat mengambil alih US$ 575 juta utang BNBR ke Oddickson Finance.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjanjian ini juga melibatkan BNBR sebagai holding yang memiliki perusahaan atas:
1. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP): 42,6%
2. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL): 48,3%
3. PT Bakrieland Development Tbk (ELTY): 14,8%
4. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): 43,2%
5. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) : 70% dari 21,4% di perusahaan patungan.
BNBR juga memiliki opsi untuk membeli kembali saham sebesar 7,8% di ELTY dari Avenue Capital dan 4,2% saham BUMI dari Ancora Group.
BNBR juga akan merestrukturisasi utang dalam dolar AS sekitar US$ 197 juta dan dalam rupiah senilai Rp 425 miliar menjadi obligasi konversi atau convertible bond (CB) senilai Rp 4,26 triliun.
Utang CB itu dapat ditukarkan menjadi saham paling lambat satu tahun kemudian. BNBR menilai ini adalah upaya rasionalisasi portofolio yang cukup berhasil karena bisa mengurangi secara sigfikan utang grup BNBR yang ketika diumumkan mencapai US$ 1,2 miliar.
Harga obligasi konversi (CB) yang bisa ditukarkan itu sekitar Rp 100-110 per saham yang nantinya juga akan mengikuti aturan dan persetujuan dari regulator. Utang dalam dolar AS sendiri memiliki jatuh tempo 3 tahun.
"Kesepakatan yang telah dicapai akan membuat hubungan yang lebih dekat dan jangka panjang dari hubungan strategis antara BNBR dan Northstar," kata Nalin. (ir/ir)











































