"Perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp 175 miliar di 2009," ujar Direktur Keuangan WIKA, Ganda Kusuma dalam keterangannya, Minggu (4/1/2008).
Pada tahun 2008, WIKA memproyeksikan dapat membukukan laba bersih sebesar Rp 144 miliar. Seandainya target tersebut tercapai, maka pertumbuhan laba bersih tahun 2009 akan sebesar 21,52%. WIKA menargetkan pendapatan tahun 2009 sebesar Rp 7,4 triliun, naik 15,62% dari proyeksi pendapatan tahun 2008 sebesar Rp 6,4 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ganda menjelaskan, tahun 2009 adalah tahun yang cukup sulit bagi dunia usaha. Namun WIKA masih bersikap optimistis. Komitmen pemerintah untuk fokus pada pengembangan infrastruktur untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi diyakini akan membawa kinerja WIKA tetap tumbuh baik.
"Pemerintah yakin bahwa industri infrastruktur menjadi landasan dan pendorong bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan telah menganggarkan cukup besar untuk belanja infrastruktur, sebagai contoh, Departemen Pekerjaan Umum mendapat Rp 34,98 triliun. Diluar belanja pemerintah tersebut, masih ada peluang dari anggaran APBD dan BUMN termasuk anggaran untuk pembangunan pembangkit tenaga listrik yang merupakan program utama PLN," papar Ganda.
Saat ini, WIKA telah mengamankan posisinya dengan meraih sekitar 30% pangsa pasar proyek pembangkit listrik (power plant). Beberapa proyek pembangkit listrik tersebut dijadwalkan penyelesaiannya sampai tahun 2010, sehingga setidaknya WIKA telah memiliki kontrak-kontrak untuk mengamankan penjualan WIKA sampai tahun tersebut.
"WIKA menargetkan order book sebesar Rp 15 triliun tahun 2009," ujar Ganda.
Tahun 2008, WIKA juga meraih order book senilai Rp 15 triliun. Beberapa kontrak baru yang diperoleh WIKA menjelang tutup tahun 2008 antara lain: PLTGU 2 x 350 Tanjung Priuk Rp 340 miliar, Gedung SMA Pintar Kuantan Sengingi Riau Rp 65,89 miliar, Gedung Sport Centre Kuantan Sengingi Riau Rp 118,59 miliar, Dam Tembesi sebesar Rp 224,05 miliar, dan Banjir Kanal Barat (Ciliwung Cisadane) Rp 134,72 miliar. Perkiraan perolehan kontrak baru bulan Desember 2008 sebesar Rp 883,25 miliar. (dro/dro)











































