Saham Tambang Jadi Andalan IHSG

Saham Tambang Jadi Andalan IHSG

- detikFinance
Selasa, 06 Jan 2009 07:40 WIB
Saham Tambang Jadi Andalan IHSG
Jakarta - Setelah kenaikan yang tajam pada perdagangan awal tahun hingga 81 poin, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih bisa bertahan di zona positif meski tak lagi sekencang Senin kemarin (5/1/2009). Saham tambang tetap jadi andalan IHSG.

Kenaikan harga minyak yang kini di level US$ 49 per barel bakal memacu saham-saham tambang dan energi untuk kembali aktif setelah tahun 2008 terpangkas cukup signifikan. Harga minyak mentah dunia menanjak seiring konflik di jalur Gaza yang tak kunjung reda.

Meski IHSG pada perdagangan Selasa (6/1/2009) masih bisa naik, namun pelaku pasar juga tetap waspada dengan aksi ambil untung yang selalu mengintai setiap ada kenaikan yang tinggi.      

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sentimen deflasi di bulan Desember dan peluang BI memangkas BI Rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 7 Januari 2009 tetap menjadi sentimen positif di awal tahun ini.

Sementara bursa saham utama Asia yakni Nikkei Jepang, pada perdagangan Senin pagi ini dibuka menguat tipis 0,96% atau 86,89 poin menjadi 9.130,01. Aksi ambil untung mengintai bursa saham Jepang yang kemarin naik tajam.

Sedangkan saham-saham di Wall Street kembali melemah, setelah sebagian investor mengambil untung penguatan tajam pekan sebelumnya.Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) pada penutupan perdagangan Senin (5/1/2009) melemah 81,80 poin (0,91%) ke level 8.952,89. Indeks Standard & Poor's 500 turun 4,35 poin (0,47%) ke level 927,45 dan Nasdaq melemah 4,18 poin (0,26%) ke level 1.628,03.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (5/1/2009) IHSG naik tajam 81,930 poin (6,04%) menjadi 1.437,338

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Pada awal perdagangan 2009, indeks akhirnya ditutup menguat 1.437 menembus target indeks 2008 sebesar 1.410. Berbagai sentimen positif seperti menguatnya harga komoditas, bursa regional dan bulan Desember  yang mengalami deflasi sebesar 0,04% menjadi katalis indeks. Inflasi inti Desember (year on year) sebesar 8,29% sedangkan BI rate masih 9,25% memberi harapan kuat BI bakal menurunkan suku bunga lagi pada
7 Januari mendatang. Indeks masih berpotensi menguat diposisi 1.390-1.480 dengan saham pilihan: ISAT, ANTM, ASII, TINS dan LSIP.

eTrading Securities

Bursa Indonesia kemarin mengawali awal tahun 2009 dengan penuh optimisme, terlihat dari indeks yang berhasil naik tajam 6,04% (81,9 poin) ke level 1437.3 dengan trading value cukup besar, sekitar Rp 2,88 triliun. Optimisme ini seiring dengan kenaikan bursa-bursa global pada awal tahun, ditambah pada sesi ke-2 dirilis data inflasi Desember yang -0,04% sehingga inflasi kalender selama tahun 2008 hanya sekitar 11,06%, lebih baik dari asumsi APBN-P '08 yaitu 11,4%. Sektor mining dan Agri serta Misc.Industry menjadi penopang kenaikan indeks kemarin setelah memfaktorkan kenaikan harga minyak dan beberapa komoditas lainnya seperti Timah, Nickel dan CPO.

Sementara bursa US semalam ditutup terkoreksi tipis seiring aksi profit taking para investor menyusul kenaikan tajam pada pekan lalu. Indeks Dow -0,9%, S&P500 -0,47% dan Nasdaq -0,26%. Koreksi yang terjadi di bursa US disumbangkan oleh penurunan dari sektor Telco's dan Banking setelah Deutsche Bank menurunkan outlook beberapa bank komersial di US termasuk JP Morgan. Sentimen positif datang dari testimoni Barrack
Obama yang menyatakan akan menggelontorkan paket stimulus ekonomi pada 2009. Data penjualan otomotif bulan Desember kembali anjlok 36%.Bursa Asia sendiri bergerak mixed pada pembukaan perdagangan hari ini dengan penguatan pada Nikkei (+1%), KOSPI (+2%) dan AORD (+1,7%). Sementara koreksi terjadi pada bursa Singapura (-0,3%) dan Taiwan (-0,1%). Harga minyak pagi ini dibuka terkoreksi tipis ke level US$48,5/barrel.

Bursa Indonesia sendiri diperkirakan masih akan mampu meneruskan penguatannya seiring pasar komoditas masih menunjukkan kenaikan. Sektor mining dan Agri masih akan menggerakkan indeks meski aksi profit taking pasti akan terjadi pada hari ini setelah beberapa saham kemarin berhasil menguat lebih dari 15%. Indeks diperkirakan akan bergerak mixed to higher dengan rentang pergerakan di kisaran 1400 - 1450.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads