Wall Street Anjlok Lagi

Wall Street Anjlok Lagi

- detikFinance
Kamis, 08 Jan 2009 07:17 WIB
Wall Street Anjlok Lagi
New-York - Saham-saham di Wall Street kembali berjatuhan menembus rekor terendahnya dalam satu bulan terakhir.

Anjloknya lagi saham-saham terjadi karena makin suramnya pasar tenaga kerja swasta dan juga adanya peringatan dari Intel Corp tentang pendapatannya yang kemungkinan lebih rendah dari proyeksi karena perekonomian yang sedang memburuk.

Pada perdagangan Rabu (7/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot hingga 244,68 poin (2,71%) ke level 8.770,42. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun hingga 28 poin (3%) ke level 906,70 dan Nasdaq merosot hingga 53,32 poin (3,23%) ke level 1.599,06.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Benar-benar sebuah kemunduran. Investor memperkirakan kabar buruk tentang pendapatan-pendapatan, kabar dari Alcoa ditambah dengan Intel, maka semua itu mengingatkan para investor tentang bagaimana buruknya segala sesuatu," ujar Fred Dickson, analis dari DA Davidson & Co, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/1/2009).

Saham-saham teknologi bertumbangan setelah Intel memperingatkan soal labanya. Saham Intel turun hingga 6,1%, Apple turun 2,2% dan Microsoft merosot 6%.

Demikian pula saham-saham sektor energi yang juga turut merosot setelah harga minyak turun tajam. Saham Chevron turun 4,4%, Exxon juga turun 2,6%.

Harga minyak mentah dunia kemarin tercatat turun tajam lagi. Kontrak utama New York untuk minyak jenis light sweet pengiriman Februari merosot 5,95 dolar ke level US$ 42,63 per barel. Sementara minyak jenis Brent North Sea turun hingga 4,67 dolar ke level US$ 45,86 per barel.

Sentimen negatif lainnya yang menggelayuti pasar saham adalah data dari ADP, sebuah perusahaan jasa tenaga kerja swasta yang mengatakan bahwa jumlah PHK meningkat menjadi 693.000 pada Desember, yang meningkat tajam dibandingkan 476.000 tenaga kerja selama November.

Saham-saham sektor finansial juga terpukul. Saham Morgan Stanley anjlok 7,6%, Goldman Sachs turun 4,8%.

Volume perdagangan masih cukup tipis yakni 1,17 miliar saham di New York Stock Exchange, sementara di Nasdaq hanya 2,03 miliar.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads