Pada perdagangan saham pukul 11.00 WIB, Jumat (9/1/2009) saham BUMI terpangkas 10% atau turun Rp 70 menjadi Rp 630.
Hampir semua broker memasang posisi jual dengan nilai total Rp 35,3 miliar. Investor asing yang melepas saham BUMI besar-besaran adalah broker Merrill Lynch.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BUMI telah mengumumkan pembelian tiga perusahaan tambang dengan nilai yang tinggi dalam waktu yang berdekatan. Bumi membeli 76,9% saham saham perusahaan PT Fajar Bumi Sakti senilai Rp 2,47 triliun. Bumi juga melakukan pembelian secara tidak langsung saham DEWA sebesar 43,6% senilai Rp 2,4 triliun.
Terakhir BUMI melalui anak usahanya PT Bumi Resources Investment membeli 89% saham yang dikeluarkan Pendopo Coal Ltd senilai Rp 1,303 triliun. Pendopo Coal secara tidak langsung memiliki 94,9% saham PT Pendopo Energi Batubara.
"Pelaku pasar melihat ada informasi yang kurang dan menilai harga akuisisi itu terlalu tinggi. Apalagi asing itu sangat concern terhadap masalah GCG dan akuisisi itu dinilai tidak jelas karena masih terafiliasi," ujar Ikhsan ketika dihubungi detikFinance, Jumat (9/1/2009).
Ikhsan memprediksi saham BUMI akan meluncur ke level Rp 400-500 jika tekanan jual terus berlanjut hingga pekan depan. "Untuk yang sudah membeli saham BUMI diharga tinggi sebaiknya hold dulu," katanya.
(ir/qom)











































