Bapepam Panggil Bakrie Jelaskan Akuisisi BUMI

Bapepam Panggil Bakrie Jelaskan Akuisisi BUMI

- detikFinance
Jumat, 09 Jan 2009 11:31 WIB
Bapepam Panggil Bakrie Jelaskan Akuisisi BUMI
Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) memanggil manajemen grup Bakrie untuk menjelaskan akuisisi besar-besaran yang dilakukan anak usahanya PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terhadap tiga perusahaan tambang.

Pemanggilan terhadap grup Bakrie tersebut karena Bapepam menilai ada ketidakjelasan terhadap informasi yang diberikan. Saham BUMI di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga anjlok dalam dua hari berturut-turut karena sentimen negatif ketidakjelasan akuisisi BUMI itu.

"Kita panggil BUMI memang terkait dengan akuisisi tiga perusahan tersebut, mereka sampaikan detailnya kita minta segera mungkin mereka lakukan keterbukaan informasi untuk jelaskan secara clear ke publik. Kami menilai ada beberapa hal yang belum clear misalnya siapa pengendalinya, ada tidaknya conflict interest, lalu ini transaksi material atau tidak. Kita masih akan mengkaji informasinya," kata Kepala Biro Penilai Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam LK, Anis Baridwan di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (9/1/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BUMI telah mengumumkan pembelian tiga perusahaan tambang dengan nilai yang tinggi dalam waktu yang berdekatan. Bumi membeli 76,9% saham saham perusahaan PT Fajar Bumi Sakti senilai Rp 2,47 triliun. Bumi juga melakukan pembelian secara tidak langsung saham DEWA sebesar 43,6% senilai Rp 2,4 triliun.

Terakhir BUMI melalui anak usahanya PT Bumi Resources Investment membeli 89% saham yang dikeluarkan Pendopo Coal Ltd senilai Rp 1,303 triliun. Pendopo Coal secara tidak langsung memiliki 94,9% saham PT Pendopo Energi Batubara.

Sementara Direktur dan Corporate Secretary BUMI, RA Sri Dharmayanti mengakui pemanggilan ini untuk mengklarifikasi akuisisi yang dilakukan oleh BUMI.     

"Kita  dipanggil Bapepam, untuk klarifikasi akuisisi yang kita lakukan yaitu Fajar Bumi, DEWA dan Pendopo Lestari. Sekarang laporannya sudah clear semua," katanya.

Pada perdagangan saham pukul 11.00 WIB, Jumat (9/1/2009) saham BUMI terpangkas 10% atau turun Rp 70 menjadi Rp 630. Hampir semua broker memasang posisi jual dengan nilai total Rp 35,3 miliar. Investor asing yang melepas saham BUMI besar-besaran adalah melalui broker Merrill Lynch.

"Pelaku pasar melihat ada informasi yang kurang dan menilai harga akuisisi itu terlalu tinggi. Apalagi asing itu sangat concren terhadap masalah GCG dan akuisisi itu dinilai tidak jelas karena masih terafiliasi," ujar analis saham dari Optima Securities Ikhsan  Binarto ketika dihubungi detikFinance, Jumat (9/1/2009). (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads