Pemanggilan terhadap grup Bakrie tersebut karena Bapepam menilai ada ketidakjelasan terhadap informasi yang diberikan. Saham BUMI di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga anjlok dalam dua hari berturut-turut karena sentimen negatif ketidakjelasan akuisisi BUMI itu.
"Kita panggil BUMI memang terkait dengan akuisisi tiga perusahan tersebut, mereka sampaikan detailnya kita minta segera mungkin mereka lakukan keterbukaan informasi untuk jelaskan secara clear ke publik. Kami menilai ada beberapa hal yang belum clear misalnya siapa pengendalinya, ada tidaknya conflict interest, lalu ini transaksi material atau tidak. Kita masih akan mengkaji informasinya," kata Kepala Biro Penilai Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam LK, Anis Baridwan di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (9/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terakhir BUMI melalui anak usahanya PT Bumi Resources Investment membeli 89% saham yang dikeluarkan Pendopo Coal Ltd senilai Rp 1,303 triliun. Pendopo Coal secara tidak langsung memiliki 94,9% saham PT Pendopo Energi Batubara.
Sementara Direktur dan Corporate Secretary BUMI, RA Sri Dharmayanti mengakui pemanggilan ini untuk mengklarifikasi akuisisi yang dilakukan oleh BUMI.
"Kita dipanggil Bapepam, untuk klarifikasi akuisisi yang kita lakukan yaitu Fajar Bumi, DEWA dan Pendopo Lestari. Sekarang laporannya sudah clear semua," katanya.
Pada perdagangan saham pukul 11.00 WIB, Jumat (9/1/2009) saham BUMI terpangkas 10% atau turun Rp 70 menjadi Rp 630. Hampir semua broker memasang posisi jual dengan nilai total Rp 35,3 miliar. Investor asing yang melepas saham BUMI besar-besaran adalah melalui broker Merrill Lynch.
"Pelaku pasar melihat ada informasi yang kurang dan menilai harga akuisisi itu terlalu tinggi. Apalagi asing itu sangat concren terhadap masalah GCG dan akuisisi itu dinilai tidak jelas karena masih terafiliasi," ujar analis saham dari Optima Securities Ikhsan Binarto ketika dihubungi detikFinance, Jumat (9/1/2009). (ir/qom)











































