"Rencana rights issue dan akuisisi merupakan langkah strategis menambah bidang usaha baru yaitu jasa kelautan dan jasa pelabuhan," ujar Corporate Secretary INDX, Taufik Kurniadihardja dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/1/2009).
Menurut Taufik, jasa kelautan (marine services) serta jasa pelabuhan dan terminal (port and terminals) yang sejalan dengan bidang usaha utama Integrax Berhad, pemegang saham pengendali INDX.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, ia tidak menjelaskan berapa nilai akuisisi tersebut. Ia hanya mengatakan INDX sedang menjajaki penerbitan saham baru terbatas (rights issue) untuk membiayai akuisisi tersebut.
"Saham merupakan sumber pembiayaan yang paling efisien, karena tidak memerlukan pembayaran kembali yang dapat membebani arus kas dan profitabilitas," jelas Taufik.
Langkah ini, Taufik melanjutkan, merupakan cara terbaik pembiayaan di tengah pelambatan ekonomi nasional akibat krisis ekonomi global. "Saat ini sulit untuk memperoleh pinjaman, baik dari lembaga keuangan maupun non keuangan dalam dan luar negeri," ujarnya.
Meski begitu, Taufik tidak menjelaskan detail jumlah dan nilai saham baru yang akan diterbitkan itu. Dia hanya mengungkapkan adanya sejumlah pihak yang menyatakan sanggup menampung saham tersebut jika tidak terserap pemegang saham.
Saat ini, Radikal Rancak memiliki kontrak dua tahunan yang dapat diperbaharui hingga tahun 2015 dengan dua pelabuhan. Hingga akhir 2008, Radikal mengestimasikan net tangiable asset (NTA) sebesar Rp 3,2 miliar, dengan pendapatan Rp 18 miliar dan laba bersih Rp 2,3 miliar. (dro/ir)











































