Pada perdagangan Senin (12/1/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah 125,13 poin (1,46%) ke level 8.474,05. Indeks Standard & Poor's 500 turun 20,09 poin (2,26%) ke level 870,26 dan Nasdaq melemah 32,80 poin (2,09%) ke level 1.538,79.
"Laba mendorong pasar saham dan kami ingin melihat apakah seseorang bisa mendapatkannya. Ada kewaspadaan menjelang musim laporan keuangan," ujar Frank Less, analis dari FuturePath Trading seperti dikutip dari Reuters, Selasa (13/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita seputar Citigroup itu langsung membuat saham-saham sektor finansial menjadi top loser di Dow Jones. Saham-saham perbankan bertumbangan, Bank of America anjlok hingga 12%, JPMorgan turun 4,1% dan Citigroup anjlok ke US$ 5,60 atau merupakan level yang terendah sejak raksasa perbankan itu mendapatkan suntikan dana talangan dari pemerintah AS.
Investor juga mengkhawatirkan nasib-nasib perusahaan energi, akibat ancaman pelemahan ekonomi dan juga anjloknya harga minyak. Saham Chevron turun 2,8%, Exxon Mobil turun 1,3%.
Harga minyak mentah dunia kemarin kembali tercatat turun hingga di bawah US$ 40 per barel. Kontrak utama untuk minyak jenis light pengiriman Februari turun hingga 3,24 dolar ke level US4 37,59 per barel. Sementara minyak jenis Brent turun 1,51 dolar ke level US$ 42,91 per barel.
Volume perdagangan masih sangat tipis yakni di New York Stock Exchange hanya sekitar 1,31 miliar lembar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi juga hanya 1,81 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
(qom/qom)










































