Repo Saham Bakrie Nyangkut di Sarijaya

Repo Saham Bakrie Nyangkut di Sarijaya

- detikFinance
Rabu, 14 Jan 2009 17:07 WIB
Repo Saham Bakrie Nyangkut di Sarijaya
Jakarta - Kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas (SPS) yang merugikan dana nasabah lebih dari Rp 300 miliar, ikut menyeret banyak pihak. Sebanyak 191.091.288 (5,04%) saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) milik PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) tersangkut di PT Sarijaya Permana Sekuritas.

"Saham-saham UNSP yang direpo ke Sarijaya belum bisa dieksekusi karena sedang disuspensi," ujar Direktur Keuangan BNBR, Yuanita Rohali dalam paparan di Wisma Bakrie 2, Jl Rasuna Said, Jakarta, Rabu (14/1/2009).

Pada semester II-2008 lalu, BNBR menggadaikan 311.548.333 (8,22%) saham UNSP ke Sarijaya senilai Rp 35 miliar. Hingga saat ini, BNBR baru mencicil sebesar Rp 15 miliar, sehingga tersisa Rp 20 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aset saham UNSP milik BNBR yang masih dipegang Sarijaya sebanyak 191.091.288 (5,04%) saham. Tadinya, awal 2009 ini perseroan berencana melunasi seluruh utangnya ke Sarijaya dan mengambil kembali sisa saham UNSP tersebut.

"Tapi karena sedang disuspensi, belum bisa dieksekusi," ujar Yuanita.

Sisa Utang Repo BNBR

Saat ini, sisa utang-utang repo BNBR sebesar Rp 4,754 triliun dan US$ 47 juta. Aset-aset saham anak-anak usaha yang masih beredar sebanyak 16,33% saham BUMI, 11,92% saham ELTY, 43,2% saham ENRG, 18,96% saham UNSP dan 26,79% saham BTEL.

Utang kepada Northstar Pacific Partners Ltd sebesar Rp 4,26 triliun akan diselesaikan dengan penerbitan convertible bond (obligasi konversi).

Utang kepada Brentwood Ventures senilai Rp 157,611 miliar dan US$ 47 juta juga belum diselesaikan. Nama Brentwood sebagai salah satu kreditor repo BNBR baru muncul. Dalam paparan publik yang telah diadakan sebelumnya, perseroan belum mengumumkan nama ini.

Saham yang dijaminkan ke Brentwood adalah 58.621.000 saham BUMI (0,3%) dan 228.945.000 saham BTEL (1,18%).

Sisa utang kepada kreditor repo lokal terdiri dari PT PNM Investments Management Rp 231,8 miliar, PT Sarijaya Permana Sekuritas Rp 20 miliar, PT Dinar Securities Rp 30 miliar, PT Recapital Rp 55 miliar.

"Besok kami akan mencicil Rp 28 miliar kepada PNM, sisanya Februari 2009," ujar Yuanita.
(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads