Tekanan dari bursa saham Asia membuat IHSG sulit bernafas meski ada sentimen listing saham baru. Semua bursa saham Asia pada sore ini mengalami penurunan yang dalam seperti Hang Seng turun 3,37%, KOSPI turun 6,03%, Nikkei turun 4,92%, Shanghai turun 0,45%, STI Singapura turun 3,36% dan Taiwan turun 4,44%.Β Β
Penurunan bursa saham Asia ini karena merebaknya kekhawatiran akan nasib sektor finansial dan data penjualan ritel AS yang bisa kembali mengguncang ekonomi AS dan dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan saham Kamis (15/1/2009) IHSG terpangkas hingga 43,412 poin (3,13%) menjadi 1.343,494. Sebelumnya pada sesi I, IHSG sempat turun banyak hingga 55,151 poin (3,98%) menjadi 1.331,755.
Indeks LQ-45 turun 11,567 poin (4,19%) menjadi 264,254 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 8,868 poin (3,97%) menjadi 214,441.
Harga saham tambang seperti BUMI, PGN, Antam rontok seiring dengan turunnya harga minyak dunia yang kini di level US$ 36 per barel.
Anjloknya saham Bumi Resources juga karena pelaku pasar terus menyeroti transparansi perusahaan alias Good Corporate Governance (GCG) yang dinilai tidak memuaskan akuisisi tiga perusahaan senilai Rp 6 triliun itu.
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 32.654 kali dengan volume 2,164 miliar unit saham, senilai Rp 1,469 triliun. Sebanyak 17 saham naik, 108 saham turun dan 43 saham stagnan.
Saham-saham yang anjlok harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 45 menjadi Rp 425, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 150 menjadi Rp 4.600, Telkom (TLKM) turun Rp 450 menjadi Rp 6.450, Astra International (ASII) turun Rp 400 menjadi Rp 12.500, Indosat (ISaT) turun Rp 50 menjadi Rp 5.700 dan Aneka Tambang (ANTM) turun 90 menjadi Rp 1.060.
Sedangkan saham-saham yang masih naik harganya antara lain, Lippo Karawaci (LPKR) naik Rp 10 menjadi Rp 840, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 150 menjadi Rp 8.150 dan Bank Panin (PNBN) naik Rp 10 menjadi Rp 580. (ir/qom)











































