"Tahun ini ASIA menganggarkan capex sebesar US$ 5 juta,β ujar Direktur & Corporate Secretary ASIA, Stanislaus Say dalam siaran persnya, Jumat (16/1/2009).
Stanislaus mengatakan PT Tekonindo merupakan anak usaha yang baru selesai diakusisi dan diharapkan bisa mulai beroperasi awal semester II-2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Tekonindo mempunyai lahan eksplorasi seluas 3.335 hektar (Ha) di Pulau Kabaena, Sulawesi Tenggara.Β Berdasarkan hasil uji eksplorasi, tambang tersebut memiliki cadangan nikel 4,7 juta ton dengan kadar nikel 1,39% dari area eksplorasi seluas 37,2 Ha atau sekitar 1,11% dari total area izin eksplorasi.
"Untuk yang pembiayaan di Tekonindo akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sedangkan aktivitas pertambangan yang lain mungkin dengan akuisisi ataupun kerjasama dengan pertambangan lain," jelasnya.
Selain itu, ia juga menjelaskan permasalahan utama yang dihadapi perseroan selama beberapa tahun terakhir, terutama terkait dengan penyelesaian utang kepada Cargill yang berdampak pada terhentinya aktivitas utama operasional perseroan.
"Kami telah telah berhasil mencapai kesepakatan pelunasan sebesar US$ 7,7 juta dikonversi menjadi saham sebanyak 829.500.910 lembar dan restrukturiasi hutang tersebut telah memperoleh persetujuan oleh pemegang saham pada 12 Mei 2008," tuturnya.
Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, kata Stanislaus, terhitung sejak triwulan II-2008 perseroan kembali aktif menjalankan aktivitas perdagangan komoditi sesuai bidang usaha utama. Hingga September 2008, dari aktivitas perdagangan komoditi hasil tambang, perseroan telah membukukan pendapatan sebesar Rp 72,60 miliar dengan laba bersih sebesar Rp 2,20 miliar.
"Kami telah menyelesaikan seluruh permasalahan yang menimbulkan keraguan atas kelangsungan usaha kami, sebagaimana yang menyebabkan BEI melakukan suspensi
sejak 12 Maret 2006," tandasnya.
(dro/lih)











































