Pada perdagangan saham akhir pekan Jumat (23/1/2009) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan bergerak terbatas.
Saham-saham yang tetap menjadi perhatian pelaku pasar masih seputar tambang, perbankan dan infrastruktur. Pergerakan IHSG juga akan dipengaruhi bursa regional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor di AS kembali 'ketakutan' dengan naiknya angka pengangguran dan merosotnya pasar perumahan dan pendapatan perusahaan. Pesimisme itu membuat Wall Street tumbang.
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (22/1/2009) indeks Dow Jones Industrial Average turun 105,30 poin (1,28%) menjadi 8.122,80. Padahal pasar berharap ada kelanjutan dari rally yang terjadi pada hari sebelumnya.
Indeks teknologi Nasdaq turun 41,58 poin (2,76%) menjadi 1.465,49 dan indeks Standard & Poor's 500 turun 12,74 poin (1,52%) menjadi 827,50.
Kecemasan pasar muncul lagi setelah Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan angka pengangguran per akhir pekan lalu yang menca pai 589.000 ribu yang merupakan level tertinggi dalam 26 tahun terakhir.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (22/1/2009) IHSG naik sedikit 5,870 poin (0,44%) menjadi 1.327,323.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
Ditengah rendahnya nilai transaksi perdagangan (di bawah Rp 1 T), IHSG ditutup menguat tipis +0,44%. Dari pola pergerakannya serta menurunnya transaksi, mengindikasikan indeks bergerak sideways. Dampak resesi yang berkepanjangan, kekhawatiran akan kinerja perusahaan finansial, membuat investor masih melakukan "wait and see" untuk menginvestasikan dana mereka di pasar modal. Untuk hari ini, kami perkirakan indeks kembali bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Kisaran support-resistance 1.300-1.338.
Optima Securities
Penguatan bursa Asia seperti Hang Seng 0,6% dan Nikkei naik 1,9% membawa indeks menguat tipis 6 poin menjadi 1.327. Tipisnya nilai transaksi menandakan investor masih belum bergairah masuk ke bursa. Pergerakan harian masih flat dikisaran 1300-1.350 dengan pilihan saham: PGAS, TLKM, BYAN, LSIP dan UNVR.
eTrading Securities
Turnover kembali terkikis, semakin terbiasa dengan total transaksi dibawah Rp1 triliun (US$ 100 milion). ISX ditutup naik kemarin +0,44% menjadi 1.327 dengan dua pemain infra sebagai pengerak market, TLKM +2% dan PGAS +6%. Sementara itu, BDMN yang terpuruk selama dua hari berturut-turut ditutup naik 5% kemarin. Kurangnya katalis di pasar membuat investor cederung duduk disamping sambil melihat data keuangan dan ekonomi yang di global terus bertajuhan.
Dow sempat tergerus -4% di tengah sesi dan rebound menyentuh level tidak berubah (Unch.) sebelum menutup perdagangan dengan penurunan 105 points (-1,3%) pada level 8.123. Banking kembali menjadi factor pelemahan Dow, ditambah berita 5.000 layoff dari Microsoft bersatu menekan pergerakan Dow semalam. Bank kawatir dana bantuan untuk bank akan terpakai banyak dan mengurangi dana untuk stimulasi ekonomi. MSFT -12% Laba dibawah prediksi analyst, Citi -15%, dan BAC -14%. Crude Oil di tutup diatas $43/barrel dibalik harapan dari White House akan bergerak cepat dengan paket stimulusnya ditengah lesunya permintaan dan mengunungnya inventory di Amerika.
Hari ini, TLKM memprediksikan laba turun 9% - 12% dengan kenaikan pendapatan 4%. Angka ini in-line dengan prediksi analyst. Hari ini ISX di perkirakan akan tertekan dan transaksi masih tipis. Range indeks akan berkisar antara 1.300 – 1.340. (ir/ir)











































