"Tahun 2009 kita masih perkirakan kondisi ekonomi terutama permintaan terhadap nikel masih turun, baik permintaan maupun harga masih belum bagus. Kita turunkan produksi dan kita sinkronkan, pada 2009 kita lakukan maintenance terhadap pabrik feronikel tiga di Pomala, Sultra," kata Direktur Utama PT Antam Tbk, Alwiansyah Lubis.
Hal itu diungkapkan Alwinsyah usai acara penandatandatangan MoU antara PT Aneka Tambang dengan Pemda Kalteng, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (29/1/2009)
Â
Perseroan memperkirakan asumsi harga feronikel rata-rata tahun ini antara US$ 11-12 ribu per ton, yang turun dibandingkan rata-rata tahun 2008 sebesar US$ 18 ribu per ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
Harga bauksit tahun 2009 diperkirakan sama dengan tahun lalu sekitar US$ 20 per ton. Sedangkan harga emas diprediksi paling tingi US$ 700-800 per troy ounces.
Untuk tahun 2009, belanja modal yang dianggarkan sebesar Rp 3,044 triliun. "Itu di luar untuk maintenance sekitar US$ 7-10 juta. Dananya dari internal masih ada, untuk capex agak naik dibanding tahun lalu," ujar Alwinsyah. Â
Alwin juga menjelaskan untuk proyek alumina Tayan di Kalimantan saat ini masih belum tuntas pembicaraannya. "Kita harapkan kuartal pertama selesai, karena ada krisis jadi ada pertimbangan-pertimbangan lain," katanya. (ir/qom)











































