Produksi Feronikel Antam 2009 Susut 30%

Produksi Feronikel Antam 2009 Susut 30%

- detikFinance
Kamis, 29 Jan 2009 10:25 WIB
Produksi Feronikel Antam 2009 Susut 30%
Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memangkas volume produksi feronikel tahun 2009 hingga 30% menjadi 12 ribu ton dibandingkan realisasi tahun 2008 yang sebesar 17 ribu ton. Penurunan produksi karena melihat kondisi ekonomi global yang masih belum kondusif.

"Tahun 2009 kita masih perkirakan kondisi ekonomi terutama permintaan terhadap nikel masih turun, baik permintaan maupun harga masih belum bagus. Kita turunkan produksi dan kita sinkronkan, pada 2009 kita lakukan maintenance terhadap pabrik feronikel tiga di Pomala, Sultra," kata Direktur Utama PT Antam Tbk, Alwiansyah Lubis.

Hal itu diungkapkan Alwinsyah usai acara penandatandatangan MoU antara PT Aneka Tambang dengan Pemda Kalteng, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (29/1/2009)
 
Perseroan memperkirakan asumsi harga feronikel rata-rata tahun ini antara US$ 11-12 ribu per ton, yang turun dibandingkan rata-rata tahun 2008 sebesar US$ 18 ribu per ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dibanding emas, dan bauksit, menurut Alwinsyah, feronikel masih akan memberikan kontrsibusi dominan terhadap pendapatan perseroan hingga 60-70 persen. Sedangkan target produksi bauksit sama seperti tahun lalu sekitar 1 juta ton. Produksi emas juga akan sama dengan tahun lalu 2,8-2,9 juta ton.
 
Harga bauksit tahun 2009 diperkirakan sama dengan tahun lalu sekitar US$ 20 per ton. Sedangkan harga emas diprediksi paling tingi US$ 700-800 per troy ounces.

Untuk tahun 2009, belanja modal yang dianggarkan sebesar Rp 3,044 triliun. "Itu di luar untuk maintenance sekitar US$ 7-10 juta. Dananya dari internal masih ada, untuk capex agak naik dibanding tahun lalu," ujar Alwinsyah.   

Alwin juga menjelaskan untuk proyek alumina Tayan di Kalimantan saat ini masih belum tuntas pembicaraannya. "Kita harapkan kuartal pertama selesai, karena ada krisis jadi ada pertimbangan-pertimbangan lain," katanya. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads