"Sekarang ini kita fokus pada apa yang ada saja, jadi 2009 kontrak barunya hanya kakao, dari pada setelah itu kita buka baru lagi tetapi memble," kata Direktur Utama BBJ Hasan Zein dalam acara seminar peluang investasi emas di 2009, di JDC, Jakarta, Jumat (30/1/2009).
Menurut Hasan hal ini tidak terlepas dari kondisi pasar di tahun 2009 ini yang dipastikan akan semakin memburuk. Berkaca dari pengalaman pembukaan kontrak gulir emas dominasi dolar yang diluncurkan pada Desember 2008 lalu, ternyata hasilnya tidak memuskan. Padahal menurutnya pembukaan kontrak tersebut sesuai dengan permintaan para pialang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai rencana pembukaan kontrak baru batubara, ia menuturkan berdasarkan pembicaraan dengan produsen batubara disimpulkan para produsen memang siap. Namun dari sisi konsumen seperti PLN, industri tekstil, keramik, pabrik baja tidak mau tahu soal rencana tersebut.
Hingga kini BBJ menerbitkan dua macam kontrak yaitu emas dan minyak sawit. Sedangkan untuk emas terdiri dari ada kontrak berjangka emas, kontrak gulir emas dalam dominasi rupiah dan gulir emas dalam dominasi dolar AS.
"Tahun 2008 kedua produk itu, untuk 4 kontrak tadi mencakup 56.000 lot per tahun, jujur saja jika dibandingkan dengan SPA (Sistem Perdagangan Alternatif) itu hanya 1%, sedangkan SPA 99%," katanya. (hen/ir)










































