Review IHSG: Dibayangi Sentimen Buruk

Review IHSG: Dibayangi Sentimen Buruk

- detikFinance
Jumat, 30 Jan 2009 17:26 WIB
Review IHSG: Dibayangi Sentimen Buruk
Jakarta - Menjelang weekend indeks percaya diri dengan ditutup menguat di tengah penurunan indeks Dow -2.7% dan beberapa indeks unggulan regional Nikkei -3.12%, Kospi -0.38. Indeks berhasil ditutup di teritori positif di level 1.332,67 (+0.6%) setelah sempat terkulai pada awal perdagangan.

Saham komoditas menjadi key driver penguatan indeks hari ini setelah pemerintah berencana akan menetapkan harga jual DMO batubara di US$75/tonne dan harga minyak kembali naik +0.75% di US$41.7/brl sementara aksi profit taking terjadi pada sektor perbankan dan agri setelah kemarin menjadi penggerak market.

Trading value pada akhir weekdays minggu ini sebesar Rp 882 miliar sehingga praktis selama seminggu rata-rata nilai perdagangan IHSG memasuki level baru dibawah Rp1 triliun. Tingginya volume perdagangan menunjukkan investor lebih memilih strategi one day trading di bawah bayang-bayang memburuknya kondisi perekonomian global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa saham yang berhasil mengerek naik indeks antara lain PGAS (Perusahaan Gas Negara) yang naik +7.31% ke Rp2.200. PGAS menargetkan peningkatan kapasitas distribusi gasnya hingga 1,25 miliar kaki kubik per hari (bscdf) pada 2009 menyusul tuntasnya proyek pembangunan jaringan pipa distribusi Jawa bagian barat.

PTBA (Pertambangan Bukit Asam) naik +2.06% ke Rp7.400 setelah harga batu bara dunia naik +8.8% di level US$88.19. BUMI (Bumi Resources) Rp510 (+4.08%). Kenaikan harga minyak dan batu bara membuat investor percaya diri melakukan aksi beli setelah BUMI tidak lagi masuk kategori saham LQ45 terhitung sejak 2 Februari 2009.
Β 
Pada awal perdagangan pekan depan indeks diprediksi akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Sebab BPS akan mengumumkan tingkat inflasi Januari 2009 yang diperkirakan terjadi deflasi dan kemungkinan BI rate akan diturunkan sebesar 50bps ke 8.25%. Saham-saham properti, perbankan dan infrastruktur akan terimbas sentimen positif terkait menurunnya tingkat inflasi dan suku bunga.

(etr/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads