Dow Jones Kembali di Bawah 8.000

Dow Jones Kembali di Bawah 8.000

- detikFinance
Selasa, 03 Feb 2009 06:58 WIB
Dow Jones Kembali di Bawah 8.000
New York - Indeks Dow Jones dan Standard & Poor's 500 kembali melemah akibat ketidakpastian rencana pemerintahan Obama untuk menahan kerugian perbankan, sehingga memukul saham-saham sektor finansial.

Namun saham-saham teknologi menguat karena diperkirakan menjadi sektor yang akan mendapatkan keuntungan dari stimulus ekonomi. Hal itu membuat Nasdaq menguat sendiri di tengah pelemahan Dow Jones dan S&P 500.

Pada perdagangan Senin (2/2/2009), Dow Jones industrial average ditutup melemah 64,11 (0,80%) hingga di bawah 8.000, tepatnya di 7.936,75. Inilah posisi terendah Dow Jones sepanjang 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks Standard & Poor's 500 juga turun tipis 0,45 poin (0,05%) ke level 825,43. Sementara Nasdaq menguat 18,01 poin (1,22%) ke level 1.494,43.

Penguatan saham-saham teknologi terjadi setelah dua hari sebelumnya saham teknologi didera aksi jual hebat. Saham Microsoft ditutup menguat 4,3%, Intel naik 5,7%, Apple Inc naik 1,5%.

Namun saham-saham sektor finansial justru melemah karena kekhawatiran adanya penundaan penyelamatan sektor perbankan, seperti yang sudah diumumkan presiden Obama sebelumnya. Saham Bank of America anjlok hingga 9%, JPMorgan turun 1,3%.

Presiden Barack Obama dalam wawancaranya dengan NBC mengatakan bahwa perbankan sepertinya belum sepenuhnya mengakui seluruh kerugiannya dan beberapa bank tidak akan melakukannya selama krisis.

Investor sendiri berharap pemerintahan Obama segera mengumumkan detail dari rencana untuk meringankan beban perbankan sehingga bisa mulai lagi mengucurkan kredit. Namun Obama menegaskan, tidak akan ada pengumuman hingga pekan depan.

"Tidak seorang pun yakin solusi apa yang akan diambil, berapa lama ini akan terwujud dan berapa biayanya," jelas Kurt Brunner, manajer portofolio dari Swarthmore Group seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/2/2009).

"Ada juga pertanyaan tentang apa wujud dari stimulus ekonomi. Kita sedang berada di titik buruk saat ini," imbuhnya.

Demikian pula saham-saham manufaktur besar ikut berguguran seperti 3M Co turun hingga 6%, Boeing turun 4%

Perdagangan saham cukup moderat, di New York Stock Exchange mencapai 1,33 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebesar 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,03 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebesar 2,28 miliar.


(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads