"Aktivitas perdagangan dan trading berjalan seperti biasa kok, kan rekening efeknya tidak disuspend," ujar salah seorang staff Dinar Sekuritas ketika ditemui detikFinance di kantornya, Plaza ABDA, Sudirman, Jakarta, Selasa (3/2/2009).
Dia mengatakan bahwa rekening efek nasabah tidak ikut disuspensi melainkan hanya aktivitas brokernya saja. Jadi para pekerja dan staff karyawan Dinar Sekuritas masih melayani aktivitas perdagangan nasabahnya seperti hari biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski saat ini masih dalam status suspensi, perdagangan dilakukan dengan cara menitip pesan jual atau pesan beli kepada broker lain.
"Jadi barangnya tetap dari kita baik itu saham atau dana tapi transaksinya dimasukkan ke sistem JATS ke broker-broker lain, jadi barangnya kita kirim kesana," ujarnya.
PT Dinar Sekuritas sudah menambah Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) menjadi Rp 26,4 miliar dari posisi terakhir Rp 23,2 miliar. Namun penghentian transaksi (suspensi) masih berlanjut bukan karena permintaan sendiri tapi karena sanksi dari Bursa Efek Indonesia.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut voluntary suspend Dinar Sekuritas dan menerapkan sanksi suspensi mulai sesi II hari ini, Senin (2/2/2009).
Dinar telah meminta voluntary suspend hingga akhir Januari 2009 dengan alasan melakukan pembenahan struktur perseroan dan memenuhi penambahan MKBD menjadi di atas Rp 25 miliar.
Namun, BEI menemukan ada masalah administrasi dalam Dinar. Oleh sebab itu, BEI akan memberikan sanksi suspensi pada Dinar setelah masa voluntary suspend-nya habis.
(ir/qom)











































