Energi Mega Kaji Rights Issue US$ 150 Juta

Energi Mega Kaji Rights Issue US$ 150 Juta

- detikFinance
Jumat, 06 Feb 2009 18:29 WIB
Energi Mega Kaji Rights Issue US$ 150 Juta
Jakarta - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan mengkaji kemungkinan menerbitkan saham baru (rights issue) hingga US$ 150 juta sebagaimana diusulkan oleh Credit Suisse sebagai pemberi pinjaman sebesar US$ 450 juta pada September 2008.

"Ada masukan dari pemberi pinjaman agar kita melakukan rights issue. Nilai yang diusulkan hingga US$ 150 juta. Masukan itu mungkin kita kaji," ujar Direktur Utama ENRG, Christian V Ponto dalam paparan di kantornya, Jl Jend Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (6/2/2009).

Pada September 2008 lalu, perseroan memperoleh pinjaman dari Credit Suisse sebesar US$ 450 juta. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kembali (refinancing) utang sebesar US$ 152,75 juta pada Credit Suisse dan hutang sebesar US$ 108 juta dari PMA Capital Management Ltd.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Christian, pemberi pinjaman memberi usul rights issue sebagai salah satu opsi pelunasan hutang tersebut. Namun ia menekankan bahwa untuk saat ini perseroan belum akan mengkaji usulan tersebut secara mendalam.

"Dengan kondisi market global seperti ini, tentu opsi rights issue sulit kita ambil. Tapi bukan tidak mungkin kalau kondisi membaik opsi itu kita pikirkan," ujarnya.

Meski demikian, Christian menekankan perseroan tidak terlalu terburu-buru mencari pendanaan untuk pelunasan hutang tersebut.

"Jatuh temponya masih di 2013. Jadi tidak terlalu urgent untuk dipikirkan," ujarnya.

Penjualan Blok Kangean


Mengenai rencana pelepasan 50% kepemilikan ENRG di blok Kangean, Madura, Christian mengatakan hal itu masih menunggu proses penawaran dari para peminat.

"Kita sebenarnya tidak mau lepas. Hanya saja, ada beberapa peminat yang mengajukan penawaran. Itu kita fasilitasi. Kita lihat apakah harganya bagus. Jika tidak ada yang cocok, tidak kita lepas, karena tidak terlalu urgent buat kita," jelas Christian.

Christian mengatakan hingga saat ini ada sebanyak 6 investor yang berminat mengambil alih 50% kepemilikan di blok Kangean. Salah satunya adalah Mitsubishi Japex, yang juga pemilik 50% saham di blok Kangean.

Oleh karena Mitsubishi Japex sudah memiliki 50% saham di blok tersebut, perusahaan asing tersebut akan memiliki hak memberi penawaran eksklusif dibanding penawar-penawar lainnya.

Namun Christian mengatakan, sejauh ini belum ada harga yang cocok, sehingga realisasi pelepasan blok Kangean masih menunggu tawaran harga yang menarik bagi perseroan.

Kabar di pasar mengatakan, ENRG memasang harga minimal US$ 600 juta untuk 50% sahamnya di blok Kangean. Konon, dana penjualan akan digunakan untuk mempercepat pelunasan hutang US$ 450 juta dari Credit Suisse.
 

  (dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads