Pada perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Rabu (11/2/2009) rupiah melemah 150 poin ke posisi 11.850 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat melemah ke 12.000 per dolar AS.
Rupiah mengikuti penurunan mata uang Asia lainnya seperti won Korea melemah 0,14%, peso Filipina melemah 0,71%, bath Thailand melemah 0,11%, dolar Taiwan melemah 0,12%. Sedangkan yen Jepang menguat 0,66% dan dolar Singapura menguat 0,05%. Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini kalau kita melihat currency di emerging tidak hanya rupiah, itu semua mengalami jitter bearish. Karena apa yang terjadi di Amerika. Pasar ternyata tidak seoptimis yang dibayangkan terhadap penyelamatan stimulus yang nilainya US$ 838 miliar akan disetujui. Tetapi yang terkait dengan paket recovery sektor keuangan, ini yang dipertanyakan kejelasannya Detailnya belum jelas, sehingga pasar berpikir lain sehingga ada flight to quality," urai Budi di Gedung DPR.
Atas pelemahan rupiah tersebut, seperti biasanya, BI menegaskan akan selalu berada di pasar dan mengupayakan untuk meminimalkan volatilitas.
"BI selalu ada disitu. Pokoknya BI senantiasa ada di pasar, mencermati dan meminimalkan volatilitas yang ada karena ini mengganggu bisnis dan perhitungan," pungkas Budi.
(ir/qom)











































