INDY diperkirakan bakal melakukan tender offer atas saham PTRO. Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri sudah melakukan suspensi saham dua emiten itu sejak sesi satu perdagangan Selasa (17/2/2009).
"Akuisisi INDY terhadap 77,9% saham PTRO di kisaran harga US$ 0,97 - US$ 1,01/lembar yang berarti sekitar Rp 11.500/lembar diperkirakan akan kembali mengangkat saham PTRO seiring investor mengantisipasi kemungkinan Tender Offer saham PTRO di pasar," demikian disampaikan dalam review saham PT eTrading Securities, Selasa (17/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika tender offer dilakukan di harga akuisisi, maka dana yang akan dikeluarkan INDY akan berkisar antara Rp Rp 241,937-Rp 254,409 miliar.
Pada penutupan perdagangan Senin kemarin (16/2/2009) saham PTRO ada di level 6.350 per saham dan INDY Rp 1.560 per saham.
Sementara Investor Relations INDY Retina Rosabai enggan berkomentar mengenai kabar tersebut. "No comment dulu deh," ujar Retina saat dihubungi detikFinance, Selasa (17/2/2009).
Namun ia tidak menyanggah kemungkinan akuisisi tersebut. Menurutnya, rencana akuisisi perusahaan batubara memang menjadi salah satu fokus perseroan ke depan.
"Kita memang sedang melihat beberapa KP tambang batubara. Tapi hasilnya belum kelihatan. Nanti kita umumkan kalau sudah ada," jelas Retina.
Retina mengakui bahwa perseroan telah menyiapkan dana sebesar US$ 367 juta untuk berbagai rencana ekspansi.
"Kita punya kas internal, termasuk sisa dana IPO sebesar US$ 367 juta. Itu akan digunakan untuk pengembangan usaha yang sudah existing, maupun kemungkinan akuisisi," ujarnya.
"Desember lalu, kita baru saja menandatangani perjanjian final akuisisi 13 KP seluas 52 ribu hektar senilai US$ 18,5 juta. Dana untuk pengembangan selama 3 tahun kita siapkan US$ 100 juta. Itu diambil dari kas kita sekarang yang US$ 367 juta," imbuhnya. (dro/ir)











































