Sentimen Negatif Masih Selimuti Pasar Saham

Sentimen Negatif Masih Selimuti Pasar Saham

- detikFinance
Rabu, 18 Feb 2009 07:46 WIB
Sentimen Negatif Masih Selimuti Pasar Saham
Jakarta - Pasar saham dalam negeri masih diselimuti sentimen negatif dari eksternal. Pelemahan bursa regional bisa kembali menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merah.

Pada perdagangan saham Rabu (18/2/2009) IHSG diprediksi masih akan tertekan terlebih jika nilai tukar rupiah makin susut ke level 12.000-an per dolar AS.

Minimnya likuiditas akan membuat pelaku pasar lebih hati-hati masuk lantai bursa dan tetap melihat kebijakan wait and see sebagai yang terbaik untuk kondisi saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara bursa saham Jepapng pada Rabu pagi ini dibuka melemah 105,55 poin (1,38%) menjadi 7.539,96 karena memburuknya perekonomian Jepang setelah pencapaian pertumbuhan triwulan IV-2008 yang ambles 12%.

Sedangkan bursa saham Wall Street yang kembali buka setelah libur di hari Senin malah turun tajam setelah Presiden AS Barack Obama menandatangani UU stimulus ekonomi US$ 787 miliar.

Pada perdagangan Selasa (17/2/2009), indeks Dow Jones melorot hingga 197,81 poin (3,79%) ke level 7.552,60 Indeks Standard & Poor's juga melorot 37,67 poin (4,56%0 ke level 789,17 dan Nasdaq anjlok 63,70 poin (4,15%) ke level 1.470,66.
 
Pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (17/2/2009) IHSG turun 23,962 poin (1,79%) menjadi 1.318,040.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

Sentimen negatif dari regional mendorong indeks anjlok -1,79% dalam perdagangan kemarin. Memburuknya perekonomian Jepang menjadi penyebab bursa regional bergerak melemah hari ini. Seperti diketahui Jepang merupakan salah satu kekuatan utama ekonomi dunia disamping Amerika Serikat, disamping juga merupakan salah satu tujuan ekspor terbesar bagi Indonesia. Kami perkirakan hari ini pergerakan IHSG masih akan cenderung melemah. Faktor lain yang menjadi sentimen negatif indeks adalah nilai tukar rupiah yang sore kemarin kembali anjlok menembus Rp 12.000/US$. Kisaran support-resistance 1.302-1.326.

eTrading Securities

Dow tergerus sentimen negatif atas resesi yang memburuk dan kekhawatiran atas dilusi yang membanyangi saham perbankan. Dow terpangkas -297,81 poin (-3,8%), tertutup di 7552,60, 1 poin dari level terendah penutupan di November. S&P500 -4,6% dan Nasdaq -4,2%. Sinyal ekonomi yang memburuk berasal dari laporan indeks manufaktur yang menurun ke rekor terendah di -34,65 jauh lebih parah dari ekspektasi ekonomis, -24. Tertimpa laporan penurunan peringkat perbankan Eropa oleh Moody's, sektor finansial lagi-lagi menjadi beban indeks: Bank of America -12,03%, JP Morgan -12,31% dan Citigroup -12,32%. GM -12,8% di tengah potensi kebankrutan. Sementara ExxonMobil -4,44% dan Chevron -5,09% seiring pelemahan harga minyak.

ISX kemarin tergerus 1,8%, investor cenderung profit taking setelah empat hari mencatat kenaikan berturut-turut. Meskipun ISX hanya mencatat kenaikan yang tidak signifikan, saham-saham small cap. memimpin kenaikan tertinggi, HEXA, CTRA, BUMI, KLBF, dan ELSA. Sementara Banking tertekan namun ISX tertahan oleh sektor komoditas terutama CPO. Namun cerita bullish tidak berlanjut hari ini, Crude Oil -7% (-18% Ytd), Nickel -5% (-8 ytd) dan CPO -1% (+11% ytd). Emas, yang menjadi primadona di masa krisis lompat menjadi $970/oz (+11% Ytd).

Mentri Luar Negri US di bawah pimpinan Barrack Obama, Hillary Clinton melakukan kunjungan pertama ke indonesia hari ini. Indonesia menjadi negara yang penting untuk Amerika, tutur dia dalam penjalanan mengunjungi ASIA. Indonesia adalah negara padat populasi ke empat terbesar, kaya komoditas, tidak bergantungan dengan export dan leverage utang indonesia yang sangat kecil.

Sementara dari sisi makro, Indonesia kembali menaikan asumsi defisit tahun ini menjadi 2,6% akibat pendapatan negara lebih rendah dari prediksi pemerintah. Di tambah dengan meningkatnya belanja dan paket stimulasi tahun ini dari pemerintah untuk menghambat pelemahan ekonomi domestik. Sisi negatif dari bertambahnya angka deficit akan memicu pinjaman dengan bunga yang tinggi di ekonomi saat ini.

Dari berita ASX, Fitch memberi sinyal waspada terhadap utang Eropa Timur dan sistem perbankan yang rentan terhadap krisis kemungkinan rubuh akan membawa sentimen negative kembali ke pasar global.

Menurut saya investor boleh mempertimbangkan kalimat yang saya baca dari report strategy Danareksa Sebastian Sharp, “Successful Investing is anticipating the anticipations of others’ John Maynard Kenyes, English Economicst, 1883 – 1946.

Sekilas, analisis teknikal ISX dari Bias, Gloomy Outlook:Indeks kemarin mematahkan pola konsolidasinya dengan melemah signifikan -1.7% sehingga break center level Bollinger di level 1327 dan support jangka pendek di 1330. Berpeluang memasuki bearish trend jangka pendek terlebih jika level 1300 tertembus. Support berikutnya di level 1264 dan 1241. Trading Range: 1241 – 1350  (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads