kebanyakan pelaku pasar hanya belanja seperlunya dengan melakukan pembelian terbetas.
Kondisi ini akan membuat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan Jumat (27/2/2009) masih belum bebas melenggang ke zona hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara bursa saham Nikkei Jepang pada Jumat pagi ini dibuka flat alias bergerak tipis dengan naik 5,49 poin (0,07%) menjadi 7.463,42.
Investor masih hati-hati karena data produksi industri Jepang yang turun 10% di bulan Januari dibanding bulan sebelumnya. Angka konsumsi rumah tangga Jepang juga turun 5,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Sedangkan bursa Wall Street kembali bergerak dengan penuh gejolak sebelum akhirnya ditutup melemah. Investor menjual saham-saham sektor kesehatan karena khawatir rancangan anggaran pemerintah akan menggerus laba mereka.
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (26/2/2009), indeks Dow Jones terpangkas 88,81 poin (2,38%) ke level 1.391,47. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 12,07 poin (1,58%) ke level 752,83 dan Nasdaq turun 33,96 poin (2,38%) ke level 1.291,47.
IHSG pada penutupan perdagangan saham, Kamis kemarin (26/2/2009) melemah 9,787 poin (0,75%) menjadi 1.290,321.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Pelemahan indeks sebesar 10 poin ke posisi 1.290 sejalan dengan terkoreksi bursa Asia mengingat minimnya sentimen positif ke pasar. Setelah level psikologis 1.300 dapat ditembus maka suport kuat 1.280 sedang dalam pengujian. Katalis penguatan selanjutnya yakni laporan tahunan dari para emiten. Kisaran dan arah indeks masih sideways-melemah di kisaran 1.270-1.310 dengan pilihan saham: ASII, BYAN, AALI, BBCA dan BTEL.
(ir/ir)











































