Laba Astra International 2008 Menanjak 41%

Laba Astra International 2008 Menanjak 41%

- detikFinance
Jumat, 27 Feb 2009 16:41 WIB
Laba Astra International 2008 Menanjak 41%
Jakarta - Perusahaan multi sektor, PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih konsolidasi di tahun 2008 sebesar Rp 9,191 triliun yang melonjak 41% dibanding tahun 2007 yang sebesar Rp 6,519 triliun. Pendapatan per saham juga naik 41% menjadi Rp 2.270.
Β 
Pendapatan bersih Astra tahun 2008 mencapai Rp 97,064 triliun, meningkat 38% dibandingkan dengan Rp 70,183 triliun pada tahun 2007. Laba usaha naik 40%, yaitu dari Rp 8,501 triliun menjadi Rp 11,876 triliun.

"Grup Astra membukukan kinerja yang sangat baik di tahun 2008, meski pada kuartal terakhir pasar mengalami penurunan," kata Presiden Direktur Astra Michael D. Ruslim dalam siaran pers, Jumat (27/2/2008).

Michael mengatakan pergerakan ekonomi membuat proyeksi tahun 2009 begitu menantang. Sehubungan dengan ketatnya likuiditas dan penurunan permintaan konsumen serta kemerosotan harga-harga komoditas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meski demikian, perseroan tetap memiliki kemampuan yang baik dan dalam posisi yang kuat untuk meraih kinerja yang baik atas berbagai peluang yang ada," ungkap Michael.

Michael menjelaskan kondisi ekonomi di Indonesia relatif kuat di sembilan bulan pertama, namun kuartal terakhir terimbas krisis global di segala sektor.

Meski demikian, Grup Astra berhasil membukukan kinerja yang baik. Pertumbuhan perekonomian Indonesia mencapai sebesar 6,1% di tahun 2008 dan Astra menikmati kuatnya permintaan konsumen dan tingginya harga CPO sepanjang tahun.

Otomotif dan Jasa Keuangan

Laba usaha dari bidang Otomotif dan Jasa Keuangan, di luar perusahaan asosiasi dan patungan, pada tahun 2008 meningkat 33% menjadi Rp 4,1 triliun, dibanding tahun sebelumnya.

Sedangkan hasil dari perusahaan asosiasi dan patungan pada bidang ini mencapai Rp 2,3 triliun, atau naik 32% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Total penjualan mobil nasional sepanjang tahun 2008 lebih dari 608.000 unit, naik 40% dibandingkan periode yang sama tahun 2007. Porsi penjualan mobil Grup Astra, yang terdiri dari enam merek Toyota, Daihatsu, Isuzu, Nissan Diesel, BMW dan Peugeot, meningkat 43% menjadi sekitar 318.000 unit, dengan pangsa pasar sebesar 52%. Penjualan

Sementara itu, penjualan sepeda motor nasional sepanjang tahun 2008 meningkat 33% menjadi sekitar 6,2 juta unit dibanding periode yang sama tahun 2007 akibat kuatnya permintaan, terutama di luar Jawa, yang banyak dipengaruhi peningkatan kesejahteraan masyarakat sehubungan dengan naiknya harga CPO dan harga batubara.

PT Astra Honda Motor (AHM) membukukan penjualan sepeda motor Honda sebanyak sekitar 2,9 juta unit, atau naik 34% sehingga pangsa pasar Honda mencapai 46%.

Menguatnya pasar otomotif di tahun 2008 memberikan berkah tersendiri bagi sektor manufaktur komponen. Laba bersih PT Astra Otoparts Tbk yang bergerak di bidang komponen kendaraan roda dua dan roda empat yang kini 93,9% sahamnya dimiliki Astra, naik 24% menjadi Rp 566 miliar dengan peningkatan penjualan sebesar 27%, baik di pasar domestik maupun ekspor.

Aktivitas Grup Jasa Keuangan juga diuntungkan dari pertumbuhan pasar otomotif. Total nilai pembiayaan PT Federal International Finance dan Astra Credit Companies meningkat 29% menjadi Rp 26,8 triliun. Per Desember 2008, pembukuan atas consumer finance loan tercatat Rp 14,7 triliun, sama seperti tahun sebelumnya.

Laba bersih PT Bank Permata Tbk, anak perusahaan yang 44,5% sahamnya dimiliki Astra, menurun 9% menjadi Rp 452 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal ini disebabkan perubahan aktiva pajak tangguhan karena memperhitungkan penurunan tarif pajak di masa yang akan datang mengakibatkan profitabilitas operasional perbankan menurun.

Sumber Daya

Laba usaha dari bidang Sumber Daya dan Lain-lain, yang terdiri dari agribisnis, alat berat/penambangan, teknologi informasi dan infrastruktur, meningkat 42% menjadi Rp 7,6 triliun.

Laba bersih PT Astra Agro Lestari Tbk, anak perusahan yang bergerak di bidang agribisnis dengan kepemilikan saham 79,7%, meningkat 33% menjadi Rp 2,6 triliun.

PT United Tractors Tbk, anak perusahaan yang bergerak di bidang alat berat dengan kepemilikan saham 59,5%, menghasilkan laba bersih sebesar Rp 2,7 triliun, meningkat 78% dibandingkan periode yang sama tahun 2007.

Penjualan alat berat Komatsu naik 26% menjadi lebih dari 4.300 unit, bersamaan dengan meningkatnya permintaan terhadap alat berat.

PT Astra Graphia Tbk yang 76,9% sahamnya dimiliki Astra, beroperasi dengan jaringan 75 service points yang berlokasi di 21 kantor cabang di seluruh Indonesia. Astra Graphia membukukan laba bersih sebesar Rp 62,49 miliar, menurun 13,3% dibanding tahun sebelumnya yang disebabkan depresiasi rupiah di kuartal keempat yang kemudian menyebabkan penurunan margin.

Nilai aktiva bersih perseroan meningkat 23% dari Rp 27 triliun di akhir tahun 2007 menjadi Rp 33,1 triliun pada 31 Desember 2008, menghasilkan nilai aktiva bersih per lembar saham sebesar Rp 8.171. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads