"Saat ini kami sedang bernegosiasi dengan pengembang PLTU Suralaya," ujar Direktur Utama PT Adaro Energy Tbk, Garibaldi Thohir di Hotel Shangrila, Jakarta, Jumat (27/2/2009) malam.
Garibaldi yang akrab dipanggil Boy ini menjelaskan, saat ini pihaknya masih menegosiasikan harga dan volume batubara yang akan dipasok PT Adaro Energy ke Suralaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boy berharap proses negosiasi ini akan selesai pada bulan Maret. "Target selesai bulan depan," jawabnya singkat.
Target
PT Adaro Energy Tbk menargetkan pendapatan tahun ini meningkat menjadi US$ 2 miliar. Sedangkan penerimaan PT Adaro Energy Tbk di tahun 2008 mencapai US$ 1,5 miliar.
"Revenue tahun ini mungkin US$ 2 miliar sedangkan tahun lalu revenue kami US$ 1,5 milyar," ujar Boy.
Untuk EBITDA PT Adaro Energy juga diperkirakan akan meningkat dari US$ 350-400 juta menjadi US$ 750 juta - US$ 1 miliar. Β
"Peningkatan ini disebabkan produksi kami meningkat di tahun ini. Jika tahun lalu produksi kami mencapai 38,5 juta ton, namun untuk tahun ini kami punya range target produksi antara 42 hingga 45 juta ton," katanya.
Selain karena produksi, Garibaldi menjelaskan PT Adaro Energy optimistis target tersebut tercapai karena adanya renegosiasi harga dengan pembeli yang dilakukan di tahun lalu yang berimbas ke penerimaan di tahun ini.
"Meskipun kontrak lima tahun, namun kami selalu melakukan renegosiasi harga setiap tahun. Renegosiasi harga yang dilakukan di tahun lalu tentunya berimbas kepada penerimaan, karena pada waktu renegosiasi, kan harga sedang tinggi," jelasnya.
Dia menambahkan agar target tersebut tercapai maka belanja modal (capex) tahun inipun ditingkatkan dari US$ 50-75 juta menjadi US$ 100 juta. "Dan sekarang yang penting yaitu melakukan efisiensi cost produksi," tandasnya.
(epi/ir)











































