Inflasi Rendah, Stimulus Ekonomi Harus Segera Digelontorkan

Inflasi Rendah, Stimulus Ekonomi Harus Segera Digelontorkan

- detikFinance
Senin, 02 Mar 2009 17:20 WIB
Inflasi Rendah, Stimulus Ekonomi Harus Segera Digelontorkan
Jakarta - Pencapaian inflasi di bulan Februari sebesar 0,21% menunjukkan rendahnya tingkat daya beli masyarakat. Pemerintah harus segera menggulirkan dana stimulus ke sektor riil agar daya beli masyarakat kembali terangkat.

"Sebetulnya inflasi segitu masih rendah. Namun memang inflasi bisa mengandung pengertian lain yaitu memang daya belinya sedang rendah," kata pengamat ekonomi Tonny A Prasetyantono saat berbincang dengan detikFinance, Senin (2/3/2009).
 
Untuk itu, Tonny menilai stimulus ekonomi yang akan diberikan pemerintah harus segera digelontorkan ke sektor riil.

"Jadi memang yang harus segera dilakukan pemerintah yaitu menggulirkan stimulus itu agar daya beli dan demand bisa naik. Menurut saya segera turunkan stimulus fiskal ke sektor riil," ungkapnya.
 
Cara lainnya, imbuh Tonny yaitu dengan menurunkan BI rate sekitar 25 basis poin sehingga BI rate menjadi 8%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tony menilai inflasi 0,21 persen yang terjadi di bulan Februari disebabkan tidak lancarnya distribusi barang. Faktor cuaca dinilai sebagai penghambat proses pendistribusian.
 
"Inflasi 0,21 persen itu karena bulan Februari ini banyak hujan dan banjir sehingga ditribusi barang sangat terganggu. Bulan-bulan musim hujan kayak gini memang biasanya inflasi pasti naik,"  ujarnya.
 
Menurut Tonny, faktor lain penyebab inflasi yaitu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. "Rupiah cenderung melemah sehingga otomatis beberapa produk yang mengandung barang impor seperti mobil dan elektronik harganya agak naik," ujar Tonny.

(epi/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads