Dolar AS Idola di Tengah Krisis

Dolar AS Idola di Tengah Krisis

- detikFinance
Rabu, 04 Mar 2009 08:25 WIB
Dolar AS Idola di Tengah Krisis
New York - Mata uang dolar AS makin meneguhkan reputasinya sebagai mata uang paling aman saat krisis berlangsung sekarang ini. Investor memilih memegang dolar AS karena mempertimbangkan pelemahan ekonomi global saat ini yang belum juga berakhir.

Seperti dilansir AFP, pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (3/3/2009) euro kembali jatuh terhadap dolar AS ke posisi 1,2556 dolar AS dibanding hari sebelumnya 1,2578 dolar AS. Sedangkan terhadap mata uang Jepang, dolar AS menguat ke 98,15 yen dibanding hari sebelumnya 97,49 yen.

Meski sempat mengalami rebound sesaat, tren euro masih melemah karena kondisi ekonomi di Eropa belum menunjukkan tanda-tanda membaik bahkan bank-bank besar seperti HSBC dan RBS turun tajam kinerjanya di akhir 2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gemerlap euro yang sempat berjaya di tahun 2008 hilang di tengah kepanikan investor yang melihat dolar AS sebagai mata uang yang paling aman saat krisis.

Meski AS juga masih terantuk krisis, pasar melihat pemulihan ekonomi negeri paman sam akan lebih cepat di banding Eropa karena dana bailout yang digelontorkan cukup besar. Kebutuhan paman sam akan dolar AS yang tinggi untuk pemulihan ekonominya membuat dana-dana di luar banyak ditarik masuk ke AS.

Saat ini pelaku pasar masih akan menunggu keputusan European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) yang akan melakukan rapat pada Kamis besok (5/3/2009).

Rupiah Β 

Sementara mata uang rupiah juga masih terbawa suasana mata uang regional yang cenderung melemah terhadap dolar AS. Rupiah masih akan volatile karena tingginya tekanan eskternal.

Pasar berharap berkah dari pengumuman BI Rate oleh Bank Indonesia (BI) pada Rabu ini. Investor menduga BI akan memangkas suku bunga dari posisi saat ini 8,25% karena inflasi Februari yang sebesar 0,21% dan year on year sebesar 8,6% masih terkendali.

Pada perdagangan valas pukul 08.10 WIB, Rabu (4/3/2009) rupiah ada di posisi 12.160 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 12.135-12.185 per dolar AS.

Posisi rupiah Rabu pagi ini melemah dibanding penutupan Selasa kemarin (3/3/2009) di level 12.060 per dolar AS. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads