"Mau dibawa ke Bengkulu, keluarganya kan di Bengkulu," kata Ketua RT 07/05 Condet, Jakarta Timur, Mat Nadin, saat ditemui di kediaman Afwan, Rabu (4/3/2009).
Pantauan detikcom pukul 11.55 WIB, rekan kerja, tetangga, dan kerabat korban tampak berkumpul dan menyampaikan belasungkawa ke istri korban, Dewi. Beberapa anggota keluarga dan pengurus masjid setempat juga terlihat tengah mengkafani jasad almarhum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Almarhum meninggalkan 2 anak perempuan yang berumur 3 dan 5 tahun. Saat peristiwa ini terjadi, istri korban tengah memeriksakan kesehatan di rumah sakit. Tubuh Afwan yang tergantung di garasi pertama kali ditemukan adiknya yang bernama Edi Nugroho.
Polsek Kramat Jati memeriksa 2 orang saksi kasus ini. Mereka adalah Edi Nugroho dan Eri Aprizal, keponakan Afwan.
"Istrinya menolak (jenazah) divisum," terang Aipda Suhardi.
Sedang menurut rekan kerja Afwan, pada 2000-2005, almarhum pernah bekerja di Limas Centric Indonesia sebagai tenaga sales.
"Dia orangnya baik da merupakan sales yang produktif. Kemudian dia masuk ke Sarijaya. Saya kaget dan syok mengetahui kabar ini," jelas seorang rekan Afwan. (ndr/ir)











































