Calon investor masih menunggu hasil pengusutan tim kepolisian atas aset-aset Komisaris Utama Sarijaya Herman Ramli
"Belum mundur. Masih menunggu hasil pengusutan kepolisian atas aset-aset Herman Ramli," ujar Vier saat dihubungi detikFinance, Kamis (5/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pokoknya kita tunggu sampai tim kepolisian mengumumkan hasil pengejaran aset-aset Herman Ramli dan Sarijaya. Karena setelah kita tahu nilainya, baru kita bisa tentukan harga yang cocok," jelas Vier.
Sebelumnya, Vier telah memberikan penawaran sebesar Rp 250 miliar untuk 100% saham Sarijaya. Nilai tersebut didasarkan pada hasil audit tim Vier yang memberikan angka aset Sarijaya hanya sebesar Rp 17,06 miliar dengan kewajiban 235,73 miliar dan modal negatif sebesar Rp 181,34 miliar.
Sementara Herman Ramli memberikan angka penawaran sebesar Rp 500 miliar untuk 100% saham Sarijaya. Herman Ramli mengacu pada hasil audit tim yang ditunjuknya yang memberikan angka aset Sarijaya sebesar Rp 577,16 miliar dengan kewajiban Rp 358,96 miliar serta modal sebesar Rp 218,19 miliar.
Menurut Vier, nilai yang diberikan tim audit Herman Ramli tidak masuk akal. Vier mengatakan, tim audit Herman Ramli telah sengaja menggelembungkan nilai aset-aset Sarijaya, bahkan memasukkan aset-aset yang berstatus leasing ke dalam penghitungan audit.
"Saya sudah ketemu dengan Herman Ramli. Dia kasih angka Rp 500 miliar. Saya pikir harga itu tak masuk akal. Herman Ramli memasukkan aset-aset saham milik nasabah sebagai aset Sarijaya. Alasannya karena belum di-write off. Itu kan milik nasabah. Seharusnya tidak diklaim sebagai aset Sarijaya," jelas Vier. (dro/ir)











































