Dow Jones dan S&P Selamat di Sesi-sesi Akhir

Dow Jones dan S&P Selamat di Sesi-sesi Akhir

- detikFinance
Sabtu, 07 Mar 2009 08:11 WIB
Dow Jones dan S&P Selamat di Sesi-sesi Akhir
New York - Saham-saham di Wall Street sempat tersungkur jauh sebelum akhirnya mencatat reboud di menit-menit akhir. Dow Jones dan Standard & Poor's 500 bisa berakhir positif, namun Nasdaq masih memerah.

Pada perdagangan Jumat (6/3/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat tipis 32,50 poin (0,49%) ke level 6.626,94. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 0,83 poin (0,12%) ke level 683,38. Nasdaq melemah 5,74 poin (0,44%) ke level 1.293,85, yang merupakan level terendah sejak Maret 2003.

Sepanjang perdagangan, Wall Street sebenarnya terus memerah. Namun saham-saham sektor finansial berhasil rebound di menit-menit terakhir sekaligus menyelamatkan Dow Jones dan S&P.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penguatan saham finansial terjadi setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Lloyds Banking Group dan pemerintah Inggris telah mencapai kesepakatan untuk skema proteksi aset. Kesepakatan itu melumerkan kekhawatiran tentang kekhawatiran posisi modal bank-bank besar.

"Laporan tentang Llyods adalah sebuah berita yang lebih positif bahwa segala sesuatunya semakin 'dibersihkan'. Saya kira ini sifatnya sementara, namun ini hanya sebuah berita positif untuk membantu pasar," ujar Giri Cherukuri, kepala trader dari OakBrook Investment seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (7/3/2009).

Saham-saham sektor energi menjadi salah satu penopang kenaikan setelah harga minyak kembali naik karena munculnya ekspektasi OPEC akan kembali memangkas produksi. Saham Chevron naik 3,2%, Exxon naik 2,9%.

Harga minyak light untuk pengiriman April tercatat naik 1,91 dolar ke level US$ 45,52 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman April juga naik 1,21 dolar ke level US$ 44,85 per barel.

Perdagangan di New York Stock Exchange mencapai 1,77 miliar atau di atas rata-rata tahun lalu yang sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,50 miliar, di atas rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads