Wall Street Terus Terpangkas

Wall Street Terus Terpangkas

- detikFinance
Selasa, 10 Mar 2009 06:47 WIB
Wall Street Terus Terpangkas
New York - Saham-saham di bursa Wall Street ditutup melemah dalam rentang pergerakan yang sangat bergejolak. Rencana akuisisi Merck atas Schering-Plough tak mampu berbuat banyak mendorong penguatan di Wall Street.

Pada perdagangan Senin (9/3/2009), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah 79,89 poin (1,21%) ke level 6.547,05. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 6,85 poin (1%) ke level 676,53 dan Nasdaq merosot 25,51 poin (1,95%) ke level 1.268,64.

"Meskipun terjadi rebound saham-saham sektor finansial dan sejumlah kabar merger, namun pasar saham belum dapat secara bersama mencapai kemajuan yang berkesinambungan," ujar analis dari Briefing.com seperti dikutip dari AFP, Selasa (10/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham sektor farmasi berada di jajaran top loser setelah Merck dan Schering-Plough mengumumkan rencana merger bernilai US$ 41,1 miliar. Kesepakatan merger ataupun akuisisi biasanya dinilai sebagai sebuah support untuk nilai saham.

Namun menurut analis, perekonomian dan pasar kredit yang membaik tetap diperlukan untuk membawa kembali investor ke pasar. Selain itu, kesepakatan dua perusahaan farmasi besar itu juga terjadi di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian bagi industri farmasi kraena gagal memroduksi obat-obatan baru guna menggantikan obat lama. Sementara rencana pemerintahan Barack Obama untuk mereformasi sektor kesehatan dikhawatirkan akan menekan harga obat-obatan.

"Pasar tidak tergerak oleh kesepakatan semacam ini yang telah kita lihat beberapa tahun lalu. Respons yang dingin ini menunjukkan keprihatinan tentang perekonomian dan perhatian bahwa ekonomi belum akan pulih dengan cepat," ujar Patrick O'Hare dari Briefing.com.

Saham Merck tercatat turun hingga 7,7 persen, Johnson & Johnson juga turun 2,9%, Pfizer turun 0,8%. Namun Schering-Plough melesat hingga 14,2%.

"Masalah terbesar masih pada gejolak di sistem finansial meski ada injeksi dana hingga triliunan dolar oleh The fed dan otoritas perbankan global," tambah Fred Dickson, analis dari DA Davidson.

Kemerosotan saham-saham teknologi juga menyeret Nasdaq ke posisi terendah sejak Oktober 2002. Saham Google tercatat turun hingga 5,7%.

Sementara saham-saham sektor finansial justru menikmati rebound-nya. Saham Bank of America tercatat melonjak 19,4%, Wells Fargo & Co juga menanjak 16%.

Perdagangan cukup moderat, di New York Stock Exchange mencapai 1,56 miliar, sedikit di atas rata-rata tahun lalu yang sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,07 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 2,28 miliar.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads