Holding BUMN Farmasi Terbentuk Kuartal I-2010

Holding BUMN Farmasi Terbentuk Kuartal I-2010

- detikFinance
Selasa, 17 Mar 2009 14:42 WIB
Holding BUMN Farmasi Terbentuk Kuartal I-2010
Jakarta - Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan pembentukan induk usaha alias holding company BUMN sektor usaha farmasi rampung di kuartal I-2010.
Β 
Demikian hal itu dikatakan oleh Direktur Mandiri Sekuritas Iman Rahman selaku lead finansial advisor dalam pembentukan induk usaha tersebut di sela konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/2/2009).
Β 
"Kita targetkan dalam 6-9 bulan persoalan legal untuk merger selesai. Jadi di kuartal pertama 2010 sudah bisa terbentuk," katanya.
Β 
Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian terhadap seluruh aspeknya. Tanggapan pemegang saham diharapkan optimistis bagi industri farmasi sendiri.
Β 
Iman menambahkan, Holding Farmasi tersebut merupakan gabungan dari dua perusahaan plat merah yaitu, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF). KAEF dengan nilai pangsa pasar yang paling besar di Indonesia diharapkan bisa berkembang menjadi lebih besar lagi.
Β 
Jika legal sudah selesai, maka kedua perusahaan itu akan dilikuidasi dan delisting alias keluar dari bursa. Selanjutnya, akan dicari nama baru untuk keduanya dan dilaporkan kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) untuk kembali masuk lantai bursa.
Β 
"Keduanya nanti likuidasi dulu, terus jadi perusahaan baru dan langsung listing namanya ke Bapepam. Contoh namanya New Farmasi, tapi masih dikaji," ujarnya.
Β 
Di tempat yang sama Asisten Deputi Kementerian Negara BUMN Bidang Usaha Jasa Lainnya Bambang Solichin mengatakan, lndustri Farmasi saat memiliki peran strategis dalam berbagai aspek. Yaitu aspek sosial dimana perusahaan dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menjaga kesehatan, aspek ekonomi dan aspek teknologi yang juga menuntut agar industri farmasi dapat meningkatkan kemampuan dalam menjaga kesinambungan usaha.

Menurutnya, di sisi lain kondisi pasar domestik dengan jumlah penduduk lebih dari 220 juta jiwa merupakan pasar potensial bagi produk farmasi sehingga merupakan peluang bagi industri farmasi untuk meningkatkan volume produksi agar dapat meraih potensi pasar di pasar internasional.
Β 
"Dalam situasi krisis, produk farmasi memiliki karakteristik demand yang relatif lebih stabil karena menyangkut kebutuhan yang tetap diperlukan dan tidak dapat ditunda," katanya.
Β 
Namun ketergantungan industri farmasi lndonesia pada bahan baku impor masih sangat dominan sehingga gejolak kurs mempengaruhi biaya pengadaan bahan baku yang membengkak dan akhirnya akan mempengaruhi harga obat.

Kebijakan pemerintah untuk tidak menaikkan harga obat generik berlogo dan kabarnya akan menurunkan 13 jenis obat generik kembali serta rencana subsidi harga obat generik melalui selisih kurs masih membutuhkan proses untuk merealisasikannya, sedangkan produk perusahaan BUMN Farmasi lebih dari 60 persen adalah produk obat generik.
Β 
"Diperlukan satu kesepakatan bersama terhadap keberadaan industri farmasi agar industri farmasi lndonesia lebih kompetitif. Situasi industri farmasi dan kesehatan saat ini, menyebabkan industri kita tidak efisien dan kalah bersaing," ujarnya.
Β 
Ia menambahkan, untuk dapat bertahan dalam situasi yang sulit maka trend pola peleburan atau penggabungan merupakan cara yang banyak diterapkan di industri farmasi untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Di lndonesia ini telah dilakukan oleh PT Enseval, PT Kalbe Farma Tbk, dan PT Dankos Laboratories pada November 2005. Strategi seperti itu juga. dilakukan oleh perusahaan global seperti PT Merck yang baru saja mengakuisisi PT Schering Plough.
Β 
Rencana Kementerian BUMN dalam penggabungan BUMN Farmasi ini terdapat dalam masterplan BUMN, dimana dinyatakan bahwa dalam rangka mendukung kebijakan sektor kesehatan dan agar bisa lebih berkompetisi di pasar global, pemerintah akan melakukan share holders action untuk menyatukan kekuatan dan meningkatkan daya saing perusahaan BUMN Farmasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan begitu diharapkan BUMN Farmasi bisa lebih efisien, kompetitif, serta memiliki skala ekonomis yang lebih besar dan saling melengkapi portfolio produk," ungkapnya.
Β 
Alternatif peleburan menjadi pilihan dengan pertimbangan struktur kepemilikan dapat dipertahankan, kordinasi dan pengembangan bisnis lebih efektif serta dampak kepada arus kas yang lebih minimal kepada dua perusahaan.


(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads