Β
Pasokan valas di negara emerging market bakal kian seret yang juga akan mempengaruhi rupiah. Investor kembali melihat dolar AS sebagai mata uang yang paling aman di saat krisis.
Pada perdagangan valas pukul 07.55 WIB, Kamis (19/3/2009) rupiah ada di level 11.925 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 11.900-11.950 per dolar AS.
Meski untuk jangka pendek ini rupiah masih memiliki tren menguat, namun pelaku pasar mulai hati-hati terhadap aksi ambil untung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir AFP, pada perdagangan Rabu waktu AS (18/3/2009) euro menguat ke 1,3298 dolar AS dibanding hari sebelumnya 1,3013 dolar AS. Euro bahkan sempat menyentuh ke 1,34 dolar AS selama intraday.
Federal Reserve menyatakan akan memompakan tambahan dana sekitar US$ 1 triliun ke perekonomian AS. Langkah itu ditempuh untuk mengangkat perekonomian AS dari jurang resesi.
Suntikan dana the Fed itu akan dilakukan sebagian untuk membeli surat utang pemerintah AS, yang merupakan langkah pertama sejak 40 tahun terakhir. The Fed akan membeli sekitar US$ 300 miliar surat utang pemerintah AS atau US Treasury jangka panjang dalam 6 bulan kedepan dalam rangka memperbaiki kondisi pasar kredit swasta.
The Fed juga akan meningkatkan pembelian surat berharga berbasis hipotek atau mortgage securities hingga US$ 750 miliar. (ir/ir)











































