Pada perdagangan valas pukul 07.50 WIB, Rabu (25/3/2009) rupiah ada di level 11.465 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 11.460-11.470 per dolar AS.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono mengatakan penguatan nilai tukar rupiah dan juga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan, lebih disebabkan sentimen ekonomi global terimbas kebijakan pemerintah AS dan The Fed yang terus melakukan pengurangan keketatan likuiditas global.
Â
Adanya kerjasama BCSA (Bilateral Currency Swap Arrangement) antara Indonesia dengan Cina senilai RMB 100 miliar juga berdampak positif kepada pasar.
Â
Sementara mata uang dolar AS mulai menguat tipis terhadap yen dan euro setelah sebelumnya terhimpit sentimen pembersihan aset bermasalah di perbankan AS. Program pemerintah AS tersebut dinilai akan menambah likuiditas di pasar sehingga dolar AS bukan lagi menjadi satu-satunya mata uang yang diburu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ir/ir)











































