Pada perdagangan Rabu (25/3/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 89,84 poin (1,17%) ke level 7.749,81. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 7,76 poin (0,96%) ke level 813,88 dan Nasdaq menguat 12,43 poin (0,82%) ke level 1.528,95.
Departemen Perdagangan AS merilis data permintaan barang-barang tahan lama naik 3,4% selama Januari. Padahal analis memperkirakan ada penurunan 2,4%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak orang ingin berpikir kita telah melihat dasar dari siklus ekonomi. Tapi mereka masih malu-malu," ujar Cleveland Ruecket, analis pasar dari Birinyi Associates seperti dikutip dari Reuters, Kamis (26/3/2009).
Perdagangan berjalan dengan sangat volatile seiring dengan rendahnya permintaan dari lelang surat berharga pemerintah AS. Namun kekhawatiran itu sirna oleh data yang dirilis Depdag AS, sekaligus memberikan harapan bahwa perekonomian segera membaik.
Selain saham-saham konstruksi dan manufaktur, saham-saham perbankan juga semakin pulih. Saham Bank of America tercatat naik 7,7%, JPMorgan Chase & Co juga melonjak 8,9%.
Saham International Business Machines (IBM) tercatat melemah 0,4% setelah mengumumkan rencana PHK atas unit jasanya.
Perdagangan berjalan cukup aktif, di New York Stock Exchange mencapai 1,77 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transakai mencapai 2,49 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang sebanyak 2,28 miliar.
(qom/qom)











































